BANGIL – Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan menargetkan seperempat nelayan beralih ke bahan bakar gas (BBG). Untuk merealisasikan hal itu, nelayan mendapat hibah konversi mesin kapal yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Mesin (BBM) ke BBG dari Kementerian ESDM.

Alamsyah Supriadi, kabid Kenelayanan pada Dinas Perikanan setempat mengatakan, konversi mesin kapal itu dilakukan sejak 2017 lalu. “BBG ini ditujukan untuk nelayan dengan perahu kecil atau di bawah 2 GT (gross tonnage, Red). Saat ini kurang lebih yang masih menggunakan bensin atau premium ada seribu perahu,” ujarnya.

Dinas Perikanan mencatat, jumlah perahu nelayan di Kabupaten Pasuruan mencapai 4.388 kapal. Dengan rincian seperempatnya merupakan perahu kecil atau di bawah 2 GT. Dimana kapal-kapal itu bahan bakarnya menggunakan bensin atau premium. Sementara lainnya menggunakan solar.

Untuk perahu kecil ini, sejak tahun lalu mulai diberikan bantuan konversi agar berpindah ke BBG. “Tahun lalu ada bantuan sebanyak 300 konversi BBG dan tahun ini ditargetkan juga mendapatkan 635 konversi BBG,” jelasnya.

Sehingga, dipastikan tahun ini sudah ada seribu perahu atau hampir semua perahu kecil sudah beralih ke BBG. Kebijakan itu diharapkan bisa mengurangi biaya operasional untuk melaut.

Alamsyah mengatakan, jika melaut dengan durasi 14 jam, nelayan bisa membutuhkan 5-6 liter Premium atau Pertalite. “Namun dengan elpiji 3 kilogram, bisa melaut lebih dari 14 jam. Jadi bisa lebih murah,” jelasnya.

Source link