WISATA sumber air Ronggojalu telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Probolinggo. Bagi yang pernah berkunjung ke lokasi tersebut, tentu tak asing dengan nama dan wajah Taslim, 70. Sebab, 17 tahun terakhir ia menjaga lokasi wisata tersebut.

——————

Sumber mata air Ronggojalu yang juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata, masih tetap eksis hingga saat ini. Seperti saat media ini berkunjung Sabtu (7/7) lalu sekitar pukul 15.00. Meski tak seperti lokasi wisata lainnya, namun masih ada saja warga berkunjung ke sumber mata air tersebut.

Saat itu, tampak seorang pria tua dengan membawa 2 ember sedang menyiram tempat parkir sepeda. Hanya ada 3 motor dan 1 sepeda pancal yang saat itu dititipkan ke lokasi parkir. Pria tua itu kemudian memberikan selembar tiket masuk. Tiketnya terbilang murah yaitu hanya Rp 5 ribu saja.

Setelah menyerahkan selembar tiket wisata, ia melanjutkan kembali tugasnya menyiram lokasi parkir yang penuh debu karena angin yang kencang. Laki-laki sepuh tersebut mengaku biasanya dipanggil Pak To.

“Kalau aslinya Taslim. Rumah saya di Desa Banjarsawah, Tegalsiwalan. Itu, kelihatan rumah saya,” kata Taslim sambil menunjukkan rumahnya yang berada di sisi barat Ronggojalu. “Biasanya saya sepedaan dari rumah ke sini. Jaraknya cuma 500 meter,” ujarnya.

Sosok Taslim tampak sehat dan segar meskipun usianya sudah mencapai 70 tahun. “Saya sudah menjadi penjaga tempat wisata Ronggojalu ini sejak Pak Hasan (Hasan Aminudin) masih jadi DPRD Kabupaten Probolinggo. Kalau dihitung sudah sekitar 17 tahunan,” ujarnya.

Berawal dari salah satu kerabatnya yang bekerja di PDAM Kabupaten Probolinggo yang meminta agar Taslim bersedia menjadi penjaga pintu keluar masuk Ronggojalu. “Waktu itu diminta saudara untuk jaga di sini. Kebetulan saya sudah pensiun dari PDAM juga, akhirnya keterusan jaga sampai sekarang,” ujarnya.

Setiap hari, termasuk pada hari Minggu, Taslim selalu datang pagi hari ke Ronggojalu. Bahkan, sebelum Subuh pun telah tiba di Ronggojalu. “Selain jaga dan bersih-bersih di sini, setiap pagi juga membantu menyalakan pompa di rumah pompa,” ujarnya.

Tujuh belas tahun menjaga tempat wisata Ronggojalu, Taslim kerap bertemu dengan berbagai macam tipe pengunjung. Ada yang datang dengan anggota keluarga, namun banyak juga muda-mudi yang pacaran. “Paling ramai itu biasanya hari Minggu. Sehari bisa sampai 30 motor yang diparkir. Di luar hari Minggu biasanya maksimal 10 kendaraan yang parkir,” ujarnya.

Namun, dari pantauan media ini, banyak pengunjung terutama anak muda yang membawa masuk sepeda motornya ke dalam lokasi Ronggojalu. Minggu sore (8/7) ada sekitar 4 sepeda motor dan lebih dari 8 orang yang kebanyakan remaja mengunjungi lokasi wisata ini.

Ada yang hanya sekadar duduk-duduk di tepi danau, ada juga yang tampak sedang berenang. Kondisi angin yang kencang tidak menghalangi remaja-remaja ini untuk bersantai.

Pengalaman yang tidak menyenangkan sempat dirasakan oleh Taslim. Kejadiannya telah berlangsung lama dan cukup membekas. Karena peristiwa itu, membuat salah satu sepeda motor milik pengunjung hilang.

“Kejadiannya ada pengunjung datang ke tempat parkir mengaku sebagai pemilik sepeda motor yang diparkir. Ada tiga orang. Mereka membawa karcis sehingga saya kira memang yang punya motor. Ternyata, setelah sepeda itu dibawa pergi, pemilik sebenarnya datang,” ujarnya.

“Sejak itulah setiap ada pengunjung parkir di sini saya selalu kasih karcis. Setelah dia keluar mau pulang, saya selalu minta karcis kembali untuk disobek. Jadi, tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Source link