Tepat, Larangan Pakai HP di Sekolah – Bali Express

Kepala Dinas Pedidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung, Ketut Widia Astika, Selasa kemrin (30/1) menyatakan keprihatinannya terhadap peristiwa tersebut, meski tak terjadi di wilayah Badung. “Kami turut prihatin terhadap kejadian itu. Hal serupa bisa terjadi dimana saja, jadi ini patut mendapat perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, guna mencegah hal serupa terjadi di “Gumi Keris,” Widia Astika pun mengimbau pihak sekolah tetap mengawasi siswa semaksimal mungkin, sesuai kewenangannya. Ia menyatakan, peristiwa yang berujung pada meninggalnya LGDS memang tidak terkait langsung dengan sekolah. Pasalnya, korban saat itu berangkat dari rumah, bukan sekolah. Namun demikian, pihaknya tetap meminta pihak sekolah untuk tidak lepas tangan agar tak terjadi hal serupa di Badung.

“Tentu kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini. Namun siswa yang bersangkutan tetaplah korban. Jadi, kami minta untuk pihak sekolah di Badung untuk sebisa mungkin melakukan pengawasan kepada siswa selama di sekolah. Termasuk menekankan pendidikan karakter,” pintanya.

Lebih lanjut, birokrat asal Kerobokan itu mengakui tantangan berat dihadapi pihak sekolah dan orang tua di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini. Salah satunya adalah kemudahan mengakses dunia maya dan penggunaan gawai atau gadget. “Ini memang tantangan kita. Jadi harus ada pengawasan ekstra terhadap anak-anak. Saya justru mengapresiasi ada beberapa sekolah kami yang melarang penggunaan handphone saat di sekolah. Ini kebijakan yang bagus,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Widia Astika, yang tak kalah penting adalah pengawasan orang tua. Pasalnya, orang tua yang lebih mengenal karakter anaknya. Ia pun mengajak para orang tua untuk bersama-sama melakukan pengawasan. “Bahkan ada orang tua yang karena terlalu sibuk menekuni pekerjaan, tidak meluangkan waktu untuk anak. Ini juga patut menjadi perhatian,” tandas mantan Kepala SMKN 1 Kuta Selatan itu. 

(bx/adi/yes/JPR)

Source link