Guru SMPN 2 Blora Heri Dwi Saksomo mengatakan, sebelum terjadi kebakaran pada pukul 20.15 dirinya yang sedang berada di lantai 2 ruang pelatihan teknik dasar (PTD) sedang mengoperasikan komputer dan internet. Kemudian dia mencium bau seperti plastik terbakar. “Kami mencari arah bau seperti plastik terbakar tersebut di ruang atas tetapi tidak menemukan,” jelasnya.

Sekitar pukul 21.15 saat dirinya masih di lokasi,  lama kelamaan bau seperti plastik tersebut semakin menyengat. Akhirnya dia mencari kembali di lantai 2 tepatnya di ruang komputer. Heri, sapaan akrabnya,  melihat switch hub telah terbakar dan merembet ke tumpukan mouse dan keyboard, serta merembet pengatur jaringan komputer.

“Saya langsung menghubungi Bapak Andreas (Kepala Sekolah SMPN 2 Blora)  untuk melaporkan kejadian terbakarnya tersebut,” ujarnya.

Setelah itu Heri dan kepala sekolah memadamkan listrik dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadaanya dibantu warga sekitar. Baru sekira pukul 21.45 dua unit pemadam kebakaran tiba di lokasi, akan tetapi api sudah dapat dipadamkan. Namun, untuk memastikan api benar sudah padam tim pemadam kebakaran tetap melakukan pengecekan ke lokasi dan melakukan penyemprotan ulang. Untuk memastikan api benar-benar padam.

Kepala SMPN 2 Blora Andreas Sutarno mengatakan, setelah kejadian kebakaran switch hub, dia memastikan jika komputer siap digunakan untuk melakukan ujian hari Senin (23/4). Karena memang untuk komputer tidak ada yang mengalami masalah. “100 persen siap,” ujarnya Minggu  (22/4).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Blora Sugiyanto mengatakan, pascakebakaran SMPN 2 Blora sudah siap melaksanakan UNBK hari Senin. “Barusan saya dari sana (SMPN 2 Blora) ini baru pembersihan ruangan dan pengecatan tembok baru dan pemasangan jaringan,” ujarnya.

Namun yang pasti dengan adanya kejadian tersebut, pihak dinas pendidikan mengimbau agar sekolah mengecek jaringan listrik yang ada di ruang lab komputer.  Antara lain kabel sudah standar apa belum, satu stopkontak untuk satu jalur, jalur AC dibedakan dengan jalur ke  komputer. “Agar kejadian serupa tidak terjadi di sekolah lain,” imbuhnya.

(bj/fud/nas/bet/JPR)

Source link