Terduga Teroris di Bangil sempat Kejar dan Lemparkan Bom ke Kapolsek – Radar Bromo

SISA LEDAKAN: Polisi memberi tanda bekas ledakan dari bom milik Anwardi. Terduga teroris Anwardi saat masuk rumah, sebelum akhirnya kabur (foto insert).
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL–Insiden edakan bom paku di Pogar Kidul, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, memang sempat menegangkan warga sekitar. Betapa tidak, terduga teroris yang belakangan disebut-sebut bernama Anwardi, 50, tersebut, sempat mengancam warga hingga melemparkan bom. 

Bahkan saat hendak diamankan, Anwardi yang disebut berasal dari Karang Tanjung, Serang Banten, Pandeglang, sempat mengejar dan melemparkan bom ke kapolsek Bangil, Kompol  M. Iskhak. 

Bom yang dilemparkan Anwardi meledak dan mengeluarkan paku serta gotri. Tidak hanya sekali. Bahkan ada yang menyebutkan sampai lima kali. Imbasnya, seorang bocah yang merupakan anak dari terduga yakni UAF, mengalami luka serius imbas terkena ledakan tersebut. 

Menurut Idi Suryanto, 46, salah satu warga Pogar Kidul, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, ledakan pertama terdengar begitu keras. Suaranya bagaikan ban truk besar yang meletus. Mendengar ledakan itu, ia bergegas ke rumah Saprani, 66, warga Pogar, Kecamatan Bangil. Rumah itu memang tidak ditempati pensiunan PLN tersebut. Tetapi dikontrakkan kepada keluarga Anwardi. 

Rumah Idi-sapaan Idi Suryanto memang tak begitu jauh dengan rumah yang dikontrak Anwardi. Hanya berjarak sekitar 20 meter. Saat tiba itulah, ia melihat Anwardi hendak keluar rumah. Ia juga sempat melihat banyak paku berceceran di rumah yang ditinggali Anwardi dan keluarga. 

DIKIRA ELPIJI: Pecahan kaca di rumah kontrakan yang ditempati Anwardi bersama keluarganya.
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, tak ada rasa curiga dengan apa yang terjadi sebenarnya. “Mulanya, saya pikir hanyalah ledakan elpiji. Saya dan warga kemudian menghampiri sumber ledakan,” kisah Idi saat ditemui di lokasi kejadian. 

Kecurigaannya muncul ketika ada suara tangis anak kecil di dalam salah satu ruangan rumah tersebut. Terlebih lagi, ia mencium bau semacam belerang. Dugaan ledakan dari elpiji meleset. Sebab, tidk ada bekas elpiji yang meledak di dalam dapur rumah tersebut. Dari situlah, ia menduga kuat kalau ledakan itu bersumber dari bom. 

Ia dan beberapa warga kemudian mendatangi sumber tangisan tersebut. Selanjutnya, ia menemukan istri Anwardi, DR, 40 dan anaknya yang masih kecil, UAF, 3, di dalam salah satu ruangan rumah tersebut. Kondisi DR memang tidak masalah. Hanya anaknya, yang sungguh memprihatinkan. Wajahnya seperti terbakar. Sementara kaki kanan dan kirinya, mengalami robek. Warga kemudian mengevakuasi keduanya ke Puskesmas Bangil untuk kemudian dilarikan ke RSUD Bangil agar mendapatkan penanganan. 

“Sementara Anwardi, kami cegah keluar rumah,” kisahnya. Nah, saat dicegah keluar, Anwardi justru kembali masuk ke rumahnya. Ia juga menutup pintu rumah. Di dalam rumah itulah, lagi-lagi terdengar ledakan. Tidak hanya sekali. Tetapi ledakan yang terdengar sebanyak dua kali. 

“Ledakannya tidak sekeras yang pertama. Saya kira, awalnya ia bunuh diri,” sambungnya. 

Ternyata tidak. Sekitar 15 menit kemudian, Anwardi kemudian keluar rumah. Ia juga membawa tas. Selanjutnya, ia berlari mengejar anggota polisi. Polisi yang dikejarnya, tak lain adalah Kapolsek Bangil, Kompol M. Iskhak. 

Melihat dikejar oleh pembawa bom, sontak M. Iskhak memilih kabur. Sekira jarak 10 meter dari rumah berwarna pink itu, Anwardi melempar tas yang dibawanya itu. Tas itupun, tiba-tiba meledak. Ledakannya sebanyak dua kali. 

“Begitu selesai melempar bom yang dibawanya, ia kembali masuk rumah. Sambil kemudian mengeluarkan motor Susuki Sky Wave di dalam rumahnya tersebut,” terang Idi.

Menurut Idi, pelaku keluar rumah sembari membawa tas ransel. Ia kemudian berusaha kabur dari rumahnya. Warga sendiri, sempat berusaha mengepungnya. 

Ada yang melemparinya dengan bata hingga mengenai punggung Anwardi. Ada yang berusaha memukulnya dengan bambu, namun ia tetap melajukan kendaraannya. Bahkan, ada yang sempat menembaknya dengan peluru gotri. Tembakan itu sempat mengenai bagian dada kiri pelaku. 

Namun, derita yang dialami, tak membuatnya menyerah. Pelaku kabur ke arah Pasuruan dan tak diketahui jejaknya oleh warga. “Begitu mengeluarkan motornya, ia kemudian kabur,” sambung Idi. 

(br/fun/one/fun/JPR)

Source link