Terduga Teroris Selalu Pulang di Atas Pukul 24.00 – Radar Surabaya

Dia mengenal tetangganya itu sebagai penjual burung dan roti. “Hanya saja, pulangnya mesti larut malam, di atas pukul 24.00,” katanya.

Berbeda dengan terduga teroris umumnya, menurut dia, Ipung alias Abdullah ini tidak menutup diri. Ia sering berbaur dengan tetangga sekitarnya baik saat ada undangan atau kerja bakti warga. Bahkan, Ipung juga sering berada di masjid setempat. “Tidak ada perilaku mencurigakan,” katanya.

Karena itu, sejumlah tetangga terkejut ketika enam orang datang ke rumah kontrakan Ipung alias Abdullah. Mereka keluar membawa beberapa benda seperti pedang, panah, dan sebuah kotak yang tidak diketahui isinya. “Ada sekitar enam orang yang datang kemudian membawa barang-barang tersebut dari rumahnya,” terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengaku tidak mengetahui jika terduga teroris yang ditangkap di Perumahan Tanggulangin Asri, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, tersebut. Alasannya, yang mengetahui seluruh jaringan teroris di Indonesia adalah Densus 88 Mabes Polri.

“Mereka cuma melakukan koordinasi untuk melakukan penangkapan. Kami hanya mem-back up kegiatan mereka di lapangan,” tegasnya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)