Terduga Teroris Ternyata Pernah Menjadi Perampok, Densus Memburunya – Radar Bromo

DIBURU: Petugas kepolisian memeriksa bekas ledakan di Pogar yang terjadi Kamis (5/7) lalu. Inset: Terduga teroris Abdullah alias Anwardi alias Ahmad Anwar yang kini menjadi buronan polisi.
(Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

PASURUAN – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dikerahkan untuk menangkap Anwardi alias Abdullah alias Achmad Muslim, 50. Pria yang pernah terlibat kasus tindak pidana terorisme itu masih buron usai terjadi ledakan di rumah kontrakannya. Yakni, di Lingkungan Pogar Kidul, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7).

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin mengatakan, pelaku masih dalam proses pengejaran. Polisi sendiri sudah mengantongi identitas dan ciri-ciri pelaku. Maklum, dalam catatan kepolisian, terduga pelaku bukanlah orang baru dalam jaringan terorisme. Diketahui, pelaku merupakan napiter keluaran tahun 2015 lalu.

“Pelaku memakai tiga KTP palsu. Dan, kemarin saat kabur membawa tas ransel warna hitam,” terangnya saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke UAF, 3, anak terduga pelaku yang terluka dan dirawat di RS Bhayangkara, Porong, Sidoarjo, Jumat (6/7).

Disinggung apakah pelaku masih terkait dengan kelompok pelaku bom Surabaya beberapa waktu lalu, Mahcfud tidak menampik. Dia menduga pelaku masih satu jaringan. Selain itu, pelaku juga diduga terkait dengan kelompok teroris yang melakukan perampokan di Medan, serta terduga teroris Depok.

Bom yang dibuat pelaku, menurut Machfud, sejenis bondet atau bom ikan yang belum diisi paku dan gotri. Saat meledak, diduga bom masih dalam proses perakitan. Bom lantas meledak sendiri dan melukai korban. Namun, ledakan yang ditimbulkan tidak terlalu besar karena hanya seperti bom ikan.

Untuk ibu korban, lanjut Machfud, saat ini sedang menjalani pemeriksaan pendalaman oleh penyidik. Orang nomor satu di Polda Jatim itu menegaskan, nantinya jika ibu korban sudah selesai menjalani pemeriksaan, dengan alasan kemanusiaan tentu akan diizinkan untuk menjenguk anaknya.

Pihaknya pun sempat melakukan pemeriksaan terhadap istri terduga teroris, DR. Hanya saja, DR irit bicara. Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan suaminya. Termasuk perakitan bom tersebut. “Istrinya mengaku tidak mengetahui kegiatan suaminya,” tandas Kapolda.

Terpisah, Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono saat ditemui di Mapolres Pasuruan menjelaskan, penyelidikan atas perkara ini sudah ditangani Densus 88/AT. “Sudah ditangani pihak Densus. Silakan konfirmasi ke Densus,” kata Raydian.

Terkait status istri terduga teroris, Raydian juga enggan berkomentar banyak. Namun yang pasti, DR, 50, istri terduga pelaku masih diperiksa penyidik di Mapolres Pasuruan. “Masih ada di sini (istri terduga teroris, Red). Tapi, kami soal penyidikannya tidak bisa memberikan keterangan,” sambungnya.

SAKSI: DR (memakai cadar), istri Abdullah sudah diperiksa Polres Pasuruan.
(Istimewa)

(br/fun/one/fun/JPR)

Source link