Terima penghargaan lantaran ia sabar menghadapi serangan warga – Radar Kudus

SENYUM ramah menyambut kedatangan Bripka Anton Catur Yanto Wibowo Jawa Pos Radar Kudus di Mapolres Jepara. Tidak tampak kekesalan maupun amarah meskipun baru saja diserang oleh seorang pemuda pada saat bertugas. Ketika hendak diwawancarai, Bripka anton menerima panggilan dari telepon genggamnya. Setelah menerima panggilan beberapa saat, ia melanjutkan pembicaraan dengan Jawa Pos Radar Kudus.

Ia mulai menceritakan peristiwa yang menimpanya tersebut. Kejadiannya berawal ketika seorang seorang pemuda yanga memiliki perwakan tinggi besar ingin menerobos barikade larangan melintas di area car free day (CFD). “Sudah saya ingatkan untuk tidak masuk. Dia juga tidak memakai helm.  Hanya ditaruh di tangki motor. Teman yang membonceng juga sudah mengingatkan. Tapi masih melawan,” terangnya.

Tidak terima diingatkan, pelaku yang bernama M. Zainal Abidin, 21, ini justru berusaha menyerangnya. Zainal turun dari sepeda motor kemudian membuang putung rokok di depan Bripka Anton. Dia ingatkan kembali untuk tidak membuang sampah sembarangan. Zainal justru mendorongnya. Kata-kata kasar sempat terlontar. Bahkan Zainal meludahi muka Bripka Anton. Namun ia tetap tidak berupaya membalas perlakuan tersebut dengan kekerasan.  “Sempat emosi tapi saya tahan. Tangan  saya taruh dibelakang untuk menahan agar tidak terjadi kontak fisik,” tuturnya.

Laki-laki kelahiran Jepara, 10 Maret 1986 ini mengaku mengedepankan sisi humanis seorang polisi. Dalam menghadapi kejadian semacama itu, ia berusaha untuk tidak meluapkan amarahnya. “Sabar dan tenang kunci menghadapi situasi apapun. Harus membaca kondisi sekitar juga,” imbuhnya.

Tampak beberapa luka di pergelangan tangan Bripka Anton. Sambil menyingsingkan lengan bajunya, ia melanjutkan ceritanya. Zainal dapat dilumpuhkan ketika hendak menendangnya. Kaki Zainal sempat mengenai dadanya. Namun berhasil disergap oleh Bripka Anton. Zainal seketika tersungkur dan berhasil dikunci. Kerumunan warga yang  emosi melihat kejadian  tersebut mendekat. Bripka Anton tidak mampu menahan amukan warga. Zainal sempat dipukuli warga hingga luka. “Setelah warga berhasil ditenangkan, pelaku dibawa ke Mapolres. Alhamdulillah  saya masih dalam kondisi baik,” ujarnya.

Aparat yang sudah bertugas di mapolres Jepara sejak 2008 ini mengungkapkan, sebagai polisi memeiliki tugas mengayomi masyarakat. Meskipun tanggapan warga ada yang kurang sesuai harus ditanggapi dengan sabar. Dijelaskan dulu secara baik-baik kepada yang bersangkutan. Kalau memang masih belum bisa meredam kondisi yang tidak kondusif baru dilakukan tindakan. “Kalau sama-sama mengedepankan emosi dan otot, kan tidak ada bedanya antara petugas dan pelaku kriminal, imbuhnya.

Berkat kesabarannya tersebut dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat, ia diberi penghargaan oleh Kasat Lantas Polres Jepara  AKP I Putu Bagus Krisna. Penghargaan tersebut diberikan ketika apel pagi baru-baru ini. Juga disaksikan puluhan anggota yang lain. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi teladan bagi anggota lain dalam menjalankan tugas.

(ks/zen/top/JPR)