Terlilit Utang, PRT Bobol ATM Rp 10 Juta – Radar Surabaya

SURABAYA-Lantaran terlilit utang, pembantu rumah tangga (PRT) di Perum Royal Residence B-9 Surabaya tega membobol ATM milik temannya. Pelakunya Ashlihah, 34, warga Desa Pikatan, Blitar. Akhirnya, dia mendekam di tahanan Polsek Reskrim Polsek Wiyung, Jumat (22/12).

Ibu empat anak ini ditangkap di kampung halamannya oleh anggota Reskrim Polsek Wiyung setelah mendapatkan laporan dari korban, Sati, 30, ART di Perum Royal Residence B-9, Kamis (21/12). Kejadian pencurian ini dilakukan tersangka pada Rabu (20/12) pukul 05.30 WIB.

Kapolsek Wiyung Kompol M Rasyad mengatakan, saat itu wanita yang baru bekerja 1,5 bulan ini mencuri kartu ATM korban yang disimpan di lemari. Tersangka langsung mengambil Rp 5 juta tunai dan Rp 5 juta ditransfer di rekening miliknya.

“Total yang diambil tersangka Rp 10 juta, tersangka nekat mencuri karena punya utang banyak,” ujar Kompol M Rasyad, Kamis (28/12).

Setelah mencuri dan mentransfer uang ATM milik korban, tersangka pamit pulang ke kampung halamannya. Ia mengaku kalau anaknya yang baru berusia satu tahun meninggal dunia karena sakit keras di kampung.

“Iya saya pamit anak saya meninggal habis sakit. Saya ambil uang teman karena ada utang banyak sekitar Rp 20 juta. Saya sudah pisah sama suami,” aku tersangka kepada Radar Surabaya. Akibat perbutannya, tersangka terjerat pasal 362 KUHP terancam hukuman penjara. (jar/no)

(sb/jar/jay/JPR)