Teror Curwan Masih Berlanjut – Radar Jember

Dari terpantau Jawa Pos Radar Semeru, sejak awal April sudah lebih sepuluh kasus curwan terjadi. Yang paling menghebohkan terjadi pada awal April lalu. Selasa (3/4) tujuh sapi ternak di Kecamatan Ranuyoso amblas dalam sehari. Lima ekor diantaranya milik warga Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso. Empat lainnya milik warga Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso. 

Nayari, warga Desa Penawungan yang mengaku sempat kehilangan tiga ekor sapinya mengaku baru sadar menjadi korban pencurian hewan (curwan) pada pagi hari.  Saat dia mengunjungi kandang. Pagi itu, tiga ekor sapi yang pada sore hari sebelumnya masih terikat di kandang sudah raib sama sekali. “Salah satu sapi dari tiga sapi yang digondol ditinggal pencurinya di kebun. Kebetulan sapi itu masih anakan,” ucapnya. 

Kasus terbaru berlangsung di Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung. Kepala Desa Nogosari, Edi Supeno kemarin (17/4) menuturkan, dalam minggu ini saja, desanya sudah kecurian dua ekor sapi. Beruntung kedua-duanya berhasil ditemukan di dusun tetangga. “Semuanya sudah ketemu. Yang satu ditemukan di Karanglo, di dalam rumah kosong,” ucapnya. 

Sebulan sebelumnya, Maret 2018, lanjut Edi, satu sapi milik warganya juga hilang di kandang. Hingga kini belum kunjung jelas kabar perkembangan kasus ini. 

Kepala Satuan Reskrim Polres Lumajang AKP Roy Aquiri Prawirosasto kepada Jawa Pos Radar Semeru menjelaskan sudah menyikapi rentetan kasus pencurian sapi tersebut. Pihaknya sudah bekerja sama dengan tiga satreskrim polres tetangga, Satreskrim Polres Pasuruan serta Satreskrim Kabupaten dan Kota Probolinggo. “Kami sudah saling bertukar informasi terkait adanya curwan di Lumajang bagian utara,” terang Roy. 

Inisiatif meminta bantuan pada satreskrim di tiga polres itu didasarkan pada pengungkapan sejumlah kasus curwan yang terjadi sebelumnya. Data sebelumnya, sejumlah sindikat pencuri sapi di kawasan Lumajang ternyata berasal dari Pasuruan dan Probolinggo Kabupaten maupun Kota. 

Saat ini, sejumlah informasi sudah masuk dan dikantongi Satreskrim Polres Lumajang. Namun demikian, ucap Roy, secara umum hingga detik ini pihaknya belum mendapat titik terang terkait teror curwan di Lumajang. ”Dari sejumlah kasus yang terjadi, tiga diantaranya ditinggal oleh pelakunya di kebun warga. Sehingga dapat ditemukan kembali oleh masyarakat,” pungkasnya.

(jr/was/aro/das/JPR)

Source link