Teror Lempar Kaca Mobil Tewaskan Bos Showroom Mokas – Radar Jember

Peristiwa menggemparkan itu terjadi Selasa (30/1) siang. Tak ada yang tahu persis awal mula kejadian tersebut. Ketika itu tiba-tiba di sekitar perempatan Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Sumar tiba-tiba keluar dari mobil dengan bersimbah darah. Saat itu dia mengendarai mobil Suzuki carry pikap N 8895 YC dari arah Labruk.

Marsinah, salah satu pemilik toko di sekitar lokasi kejadian menuturkan, saat keluar dari mobil korban menutup lehernya dengan baju yang berlumuran darah. Rupanya, baju itu dipakai menutup luka di lehernya. Sementara tangan kanannya membawa bongkahan batu.

Korban terlihat menahan sakit. Dia tidak berkata apa-apa hanya menunjuk ke arah selatan, tepat di mana puskesmas berada. “Kaca mobilnya pecah sebesar ini,” kata Marsinah sambil mengepal tangannya. 

Menurut sejumlah saksi, ketika Sumar melaju dari arah Labruk menuju ke selatan. Menjelang perempatan Desa Labruk Kidul, ada orang yang melempar batu ke arah mobil. Lemparan itu mengenai kaca mobil depan tepat di depan dia mengemudi. Diduga, karena kerasnya lemparan dan mobil sedang melaju kencang, batu itu pun menembus kaca dan mengenai leher korban.

Korban lantas menepikan mobilnya di perempatan Desa Labruk Kidul dan berupaya meminta pertolongan warga. Warga pun lantas berusaha menolong. Mereka bermaksud membawa korban ke puskesmas dengan mobil yang dibawa Sumar. 

Namun, warga merasa kesulitan karena kaca yang pecah menghalangi pandangan. Akhirnya, mereka memecah kaca depan mobil lalu membawa korban ke Puskesmas Labruk. Karena luka yang dialami lumayan serius, puskesmas merujuk korban ke RSUD dr Haryoto Lumajang. Namun, karena perdarahan hebat, korban akhirnya tak bisa diselamatkan. Tak berselang lama, petugas dari Polsek Sumbersuko menyusul ke rumah sakit. 

Sebenarnya, korban hendak diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Namun, pihak keluarga menolak.  

Sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa memastikan, apakah kejadian ada unsur pidana. Beberapa saksi yang dimintai keterangan juga tidak mengetahui detail kejadian. “Pihak keluarga juga tidak mau diotopsi, jadi kami kesulitan melakukan penyelidikan,” kata AKP Edi Susanto, Kapolsek Sumbersuko.

Kendati demikian, pihaknya akan terus berusaha mengungkap apakah batu yang menembus kaca mobil korban dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab atau terjadi secara kebetulan. “Kami terus berusaha melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi lain,” tutupnya. 

(jr/mar/ras/das/JPR)

Source link