Terungkap, Ini Alasan Panwaskab Terjun Wawancara di Satu Kecamatan – Radar Kudus

KOTA – Panwaskab harus ikut serta mewawancarai calon Panwaslu tingkat desa di Kecamatan Pamotan. Penyebabnya karena ada salah satu anggota Panwascam setempat yang kecelakaan dan mengalami patah tulang.

Hasil seleksi administrasi dari rekrutmen ulang Panwaslu tingkat desa telah diumumkan. Rekrutmen tersebut hanya berlaku di 13 desa yang sebelumnya tak ada peserta yang tida lolos seleksi wawancara.

”Sudah diumumkan serentak di kantor kecamatan masing-masing. Peserta yang bersangkutan juga diberitahu,” ungkap Ketua Panwaskab Rembang Totok Suparyanto.

Sesuai tahapan, mereka dijadwalkan mengikuti seleksi wawancara mulai hari ini sampai 24 januari 2018. Tes wawancara digelar oleh masing-masing Panwascam di setiap kecamatan.

Khusus di Kecamatan Pamotan, ada satu anggota Panwaskab yang ikut mewawancara peserta. Penyebabnya karena seorang anggota Panwascam setempat kecelakaan dan mengalam patah tulang.

”Di Pamotan hanya satu, di Desa Japerejo. Pesertanya ada dua orang. Pewawancaranya tiga, karena yang satu di rumah sakit, Panwaskab ikut mewawancara,” imbuhnya.

Setelah lolos seleksi wawancara, calon Panwaslu tingkat desa harus mengikuti tes narkoba dan rohani. Pada rekrutmen sebelumnya, Panwaskab memang memfasilitasi peserta untuk tes narkoba dan rohani.

Tes narkoba digelar bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Sedangkan tes rohani digelar di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Biaya tetap ditanggung oleh peserta, namun tak semahal jika mereka tes sendiri-sendiri.

Lain halnya pada rekrutmen ulang di 13 desa, peserta harus tes narkoba dan rohani secara mandiri. ”Tetap harus tes bebas narkoba dan rohani. Karena MoU sudah selesai, tidak bisa kami fasilitasi,” pungkas Totok.

(ks/lid/ali/top/JPR)