Tes Kejiwaan Caleg Dikeluhkan – Radar Bromo

Ilustrasi
(Dok. Radar Bromo)

MAYANGAN – Proses pendaftaan calon anggota legislatif (caleg) bagi DPRD tingkat II telah berlangsung sejak 4 Juli. Namun, sampai saat ini, belum ada satu pun parpol yang mengajukan pendaftaran caleg. Padahal, pendaftaran ditutup 14 Juli.

Kebanyakan, parpol mengeluh kesulitan memenuhi persyaratan berupa tes kesehatan yang berupa tes kejiwaan. “Kami belum mendaftar karena caleg-caleg masih menyiapkan persyaratannya. Tapi, yang cukup berat ini persyaratan untuk tes kejiwaan,” ujar Robit Riyanto, bendahara DPC PPP Kota Probolinggo.

Robit menilai, persyaratan yang makin ketat memang bagus. Namun, juga harus diimbangi dengan fasilitas untuk memenuhi persyaratan tersebut.

“Seperti tes kesehatan jiwa di RSUD dr Moch Saleh. Di sana hanya ada satu psikolog. Itu pun pemeriksaan kejiwaan dibatasi dalam sehari hanya bisa memeriksa empat orang. Sementara yang mau periksa banyak. Apa ya nututi?,” ujarnya.

KPU memang telah menyiapkan alternatif lain, yaitu tes kesehatan di RSJ Lawang dan di RSJ Menur Surabaya. Namun, di dua RSJ ini pun, pemeriksaan sama-sama dibatasi. Di RSJ Lawang, sehari dibatasi 15 orang saja. sedangkan di RSJ Menur, 70 orang.

“Coba bayangkan kalau caleg se-Jawa Timur yang tes kesehatan jiwa dia dua tempat ini. Akan butuh waktu berapa lama selesai. Padahal, pendaftaran hanya sampai tanggal 14 Juli,” ujarnya.

Ahmad Hudri, ketua KPU Kota Probolinggo menyebut, sampai Jumat (6/7) belum ada satu pun parpol yang mendaftarkan caleg-nya. “Belum ada yang mendaftar sampai saat ini. Mungkin caleg masih mengumpulkan berkas-berkas pendaftarannya,” ujarnya.

Terkait pemeriksaan jiwa, Hudri menjelaskan, bisa dilakukan di rumah sakit lain di luar rumah sakit yang terdaftar. Asalnya ada psikolognya. “Mengenai kendala pemeriksaan kejiwaan, itu bisa diperiksa di rumah sakit lain yang memiliki psikolog,” ujarnya.

(br/put/mie/mie/JPR)

Source link