Tes Narkoba Anak Kos – Radar Semarang

Petugas dibagi menjadi 2 tim untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua wilayah, yaitu Batang Timur dan Barat. Seperti di Kecamatan Subah, Limpung, dan Kecamatan Batang.

Salah satu kos yang disasar kebanyakan dihuni pekerja malam, seperti pemandu lagu (PL). Petugas harus berulangkali mengetuk pintu kamar. Karena sebagian dari mereka masih terlelap, meski saat itu waktu menunjukkan pukul 09.00.

Setelah terbangun, petugas langsung mendata para penghuni kos dan meminta untuk melakukan tes urine dan tes darah. Sampel darahnya, digunakan untuk mengetahui apakah para penghuni kos terjangkit penyakit HIV.

Kepala BNN Batang Teguh Budi Santoso, menjelaskan bahwa hasil dari tes yang dilakukan BNN dari puluhan penghuni kos yang di ambil urinenya tidak ditemukan yang positif sebagai pengguna narkoba.

Sementara, untuk hasil pengambilan sampel darah tidak diumumkan langsung, harus menunggu uji lab. Nanti tidak akan diumumkan secara luas,  karena merupakan privasi yang bersangkutan.“Rencananya kegiatan prefentif seperti ini akan terus dilakukan oleh petugas kami, untuk meminimalisir ruang gerak peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Batang,” tandas Teguh.

Lastri salah satu pemilik kos yang diperiksa petugas gabungan menyambut baik kegiatan tersebut. Sebagai pemilik kos, dirinya juga senang jika penghuninya bebas dari narkoba.“Kalau untuk kesehatan bagus saja diperiksa, peraturan kos juga melarang penghuninya membawa narkoba dan sejenisnya di tempat kami,” tandasnya.

Hal yang sama dikatakan penghuni kos yang diperiksa, Suwanti. “Saya tidak ada rasa takut atau apa karena memang tidak memakai barang-barang seperti itu,” ujarnya.

(sm/naf/bas/JPR)