‘The Lotus Kingdom’ PT GG, Tampil Memukau di Parade – Radar Kediri

Tampil dalam Parade Bunga dan Budaya menjadi kehormatan bagi kontingen PT Gudang Garam Tbk. Mereka tak menyia-nyiakannya. Persiapan pun berlangsung dengan sungguh-sungguh. Mereka tak ingin tampil mengecewakan dalam parade yang berlangsung dalam rangka HUT ke-725 Kota Surabaya pada Minggu (6/5) tersebut.

Bukan hanya pada hari H saja mereka harus kerja keras. Mempersiapkan diri tampil dengan kendaraan hias dan kostum yang heboh butuh konsentrasi khusus. “Kami mempersiapkan ini selama satu bulan penuh,” terang Slamet Budiono (SB), wakil Direktur SDM dan Pekerjaan Umum, melalui Kabid Humas Iwhan Tri Cahyono.

Persiapan itu mulai dari membuat kostum, membeli bunga segar untuk ditempel di kendaraan hias, make up, serta menyiapkan kendaraan hias. Yang lebih penting adalah merumuskan konsep atau tema. Dan yang dipilih adalah tema ‘The Lotus Kingdom’.

“Tema itu sesuai dengan visi kami, PT Gudang Garam Tbk, yang senantiasa memperhatikan lingkungan sekitar. Sehingga menciptakan keselarasan dan kemuliaan hidup. Baik itu pada karyawan maupun lingkungan sekitar,” sambung SB.

Edi Santoso, ketua kontingen, mengatakan bahwa pembuatan kostum harus dikerjakan sendiri. Tak bisa menyewa. Karena harus menyatu dengan tema. Termasuk pernik-pernik di mahkota Putri Lotus dan tiga bidadari. “Dibantu teman teman dari GG Waru dan koordinator markom GG Jakarta,” urai Edi.

Yang jadi nilai lebih adalah efek bubble dan smoke. Menjadikan nuansa lebih dramatis.  Bubble menggambarkan gelembung air. Sedangkan smoke menjadi danaunya.  Jadinya, Putri Lotus bak dikelilingi oleh danau.

Untuk mewujudkan hal itu bukan perkara mudah. Para kru sempat kesulitan mendapatkan fresh flower. Mereka pun harus mencari ke Kota Batu agar bisa menghiasi kendaraan berukuran 15 x 4 meter yang menjadi tempat Putri Lotus.

“Di Kota Batu pun sempat hampir habis,” terangnya.

Upaya keras mereka itupun terbayar lunas saat warga Surabaya menyambut dengan antusias. “Rasa lelah tergantikan jika warga puas dan foto-foto di latar tema maupun personil dari kami,” ungkap Edi, mewakili rasa puas yang dirasakan 45 kru.

Perasaan bangga juga dirasakan oleh Okky Yudistari Subijanto. Gadis cantik ini adalah talent yang berperan sebagai Putri Lotus. Kerja kerasnya mengenakan kostum karnaval plus aksesoris berbuah manis. Warga yang menonton parade benar-benar terpikat dengan kehadirannya itu.

“Lelah sih Mbak, tapi sebenarnya sudah biasa kayak gini,” ujar Okky ditemui Jawa Pos Radar Kediri usai pembersihan make up.

Aksesoris dan topi bunga seberat satu kilogram lebih itu bukan aksesoris biasa. Pasalnya, di bagian topi bunga terdapat kaca yang cukup berat. “Jadi di dalam topinya itu ada kacanya bukan sekadar topi biasa seperti talent lain,” tutur Edi Santoso.

Meskipun begitu, Okky mengaku bahwa hal tersebut telah terbiasa dilakukannya. Dunia entertaint telah merasuk dalam dirinya. Bahkan sejak dirinya kecil. Gadis 23 tahun ini berseloroh bahwa dirinya telah terbiasa menjadi seorang entertaint. Termasuk menjadi model dan penari. Bahkan gadis cantik ini sempat menjadi duta penari Jawa Timur, perwakilan Kabupaten Kediri periode 2010-2012.

Darah seni Okky mengalir dari ibu yang juga seorang penari tradisional.

Alumnus jurusan pendidikan bimbingan konseling (BK) UNP ini juga penari kontemporer. Dia tak hanya berlatih di satu sanggar. Beberapa sanggar dia ikuti. Seperti sanggar Tri Mukti, sanggar Guntur, serta sanggar Ande-Ande Lumut.

Dia juga pernah menjadi pengajar tari. Juga sempat menjadi guru BK salah satu sekolah di Plosoklaten.

Saat ditunjuk menjadi Putri Lotus, dia pun melakukan dengan totalitas. Beberapa improvisasi dalam tari sesekali ia lakukan. Menambah daya tarik kontingen PT Gudang Garam Tbk.

“Kalau itu harus profesional dan senang menjalaninya meski lelah Mbak,” ungkap gadis yang juga menjadi duta pemuda Provinsi Jawa Timur 2014-sekarang itu. 

(rk/*/die/JPR)

Source link