BANYUWANGI – Landscape prestasi olahraga seluruh cabor di Banyuwangi pada tahun 2017 mengalami perkembangan yang cukup signifikan dibanding tahun 2016. Berdasar data yang diolah Jawa Pos Radar Banyuwangi dari KONI dan cabor, ada lebih dari tiga cabor yang berhasil mengoleksi medali emas di atas sepuluh buah. Padahal, di tahun 2016 lalu, tidak satu pun cabor yang berhasil mengoleksi medali emas lebih dari sepuluh.

Tahun ini, tercatat cabor selam memperoleh 35 medali emas di berbagai ajang, kemudian gulat dengan 18 emas, atletik dengan 13 emas, dan renang dengan 11 emas. Padahal cabor selam di tahun sebelumnya hanya mengoleksi 10 medali emas. Begitu juga gulat yang mengoleksi 4 medali emas saja. Selain keempat cabor tersebut, beberapa cabor lainnya seperti basket, taekwondo, bulu tangkis, dan wushu juga mulai tampak mengalami tren kenaikan medali yang cukup bagus.

Tahun ini basket mengoleksi 6 emas dan 2 perunggu (istilah lain untuk juara satu dan juara tiga, Red). Cukup meyakinkan jika dibanding tahun sebelumnya dengan koleksi 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Demikian juga dengan taekwondo yang kini mengoleksi 8 emas dan 2 perak. Mereka menambah koleksi 6 emas lebih banyak daripada tahun 2016 yang hanya mampu meraih 2 emas di setiap kejuaraan. Tak mau ketinggalan, bulu tangkis tahun ini bisa menyimpan 8 emas dibanding tahun lalu yang hanya bisa membawa 1 emas ke rak penyimpanan mereka.

Kenaikan jumlah medali yang diperoleh cabor-cabor ini tentunya akan menjadi harapan tersendiri bagi cabor. Baik itu untuk popularitas cabor di mata masyarakat, maupun perolehan dana pembinaan mereka di tahun depan. Namun, ada pula beberapa cabor yang tempaknya belum bangkit benar di tahun ini. Selain Pertina yang tahun lalu dianggap nir-prestasi, cabor lainnya seperti sepak takraw, panjat tebing, dan menembak juga terlihat belum menggeliat.

Beberapa kendala yang selama ini dilihat JP-RaBa di lapangan, cabor-cabor yang kesulitan mengatur prestasinya tengah berada di dalam masa peralihan pengurus atau sedang mengalami permasalahan internal. Sehingga hal tersebut cukup menguras energi pengurus cabor yang tidak bisa fokus dengan baik menangani atlet-atletnya. Selain cabor yang mengalami peningkatan dan stagnansi prestasi, JP RaBa juga melihat beberapa cabor yang justru mengalami penurunan prestasi.

Di antaranya yakni bola voli dan pencak silat. Bola voli yang tahun lalu memiliki 2 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu hanya memiliki 2 medali di tahun ini. Yaitu 1 emas dan 1 perak. Begitu juga silat, cabor yang baru saja berganti ketua umumnya ini mencatatkan penurunan prestasi yang cukup drastis daripada tahun 2016. Catatan KONI menunjukkan IPSI memiliki 8 medali emas di tahun 2016, dan tahun ini sementara baru 1 emas yang mereka koleksi.

Sekretaris KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan, hanya cabor dengan prestasi paling banyak, kegiatan paling aktif, dan jumlah klub terbanyak yang bisa mendapatkan dana pembinaan dari hibah pemkab yang paling maksimal.

”Semua cabor sekarang bersaing secara sehat untuk bisa memperoleh prestasi. Kuncinya mereka harus aktif. Ini secara sistematis akan menjadi reward dan punish kepada cabor. Mereka yang tidak aktif tidak akan kami tegur. Tapi sistem yang akan menegur mereka dengan minimnya dana pembinaan,” ujar Mukayin.

Source link