Tiga Hari Tak Pulang, Ditemukan Tewas – Radar Jember

Informasi yang dihimpun, warga yang pertama kali menemukan mayat adalah As’at, warga Tenggarang. Sekitar pukul 06.30 saat dia hendak bekerja sebagai buruh di sawah, tiba-tiba dikagetkan dengan adanya mayat tersebut. “Akhirnya saksi melaporkan kepada kami dan kami turun ke lapangan,” ujar AKP MS Sudjatmiarto, Kapolsek Tenggarang.

Dijelaskan, titik mayat itu ditemukan di sawah milik Parlan. Saat ditemukan mayat telah kaku. Memang saat awal kali ditemukan tidak ada identitas yang menempel di tubuh korban. Namun salah seorang dari warga yang melihat mengenal mayat tersebut. Akhirnya kepolisian meminta keluarganya datang. “Ada yang namanya Ervan kenal dengan korban, akhirnya Kanit Reskrim menyuruh menghubungi keluarganya,” terang Kapolsek.

Setelah keluarganya datang, mereka meminta agar mayat itu tidak diautopsi dalam. Namun berdasarkan aturan kepolisian, penemuan mayat harus mendapat pemeriksaan. Akhirnya mayat dibawa ke RSD Koesnadi. 

AKP MS Sudjatmiarto menerangkan, berdasarkan hasil autopsi luar didapat jika di tubuh korban tidak ada luka akibat penganiayaan. Karenanya mayat langsung dikembalikan ke warga dan langsung dimakamkan.

Sedangkan berdasarkan keterangan keluarga, mayat Maryatun tidak memiliki kelainan jiwa. Hanya saja menderita pikun. Dan sejak 27 Juni tidak pulang ke rumah sampai akhirnya ditemukan meninggal dunia. 

(jr/hud/ras/das/JPR)

Source link