Tiga Paslon Sampaikan LHKPN, Kekayaan Mondir Hanya Rp 193 Juta – Radar Madura

Bakal calon bupati Bangkalan paling kaya ialah Farid Alfauzi. Dia melaporkan kekayaannya sebesar Rp 43,5 miliar. Bacabup Abdul Latif Amin Imron melaporkan kekayaannya senilai Rp 7,4 miliar. Sementara kekayaan bacabup Imam Buchori dilaporkan Rp 4,7 miliar.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar menyatakan, LHKPN masing-masing bakal calon memang harus disampaikan ke KPK. Selama perbaikan berkas, surat tanda terima LHKPN sudah dilampirkan. ”Kewenangan kami hanya mengecek. Ternyata semua terpenuhi,” ujarnya.

SERIUS: Wakil Bupati Bangkalan Mondir A. Rofii saat menjelaskan harta kekayaannya kepada wartawan di rumah dinasnya Senin (22/1).
(Radar Madura/JawaPos.com)

Jumlah kekayaan masing-masing bakal calon bukan ranah KPU. Misalnya, ada bakal calon yang kekayaannya tidak sampai Rp 200 juta. ”Semua sudah terverifikasi. Ya mungkin sudah segitu. Kami tidak punya wewenang,” kata Fauzan.

Wakil Bupati Bangkalan Mondir A. Rofii mengatakan, kekayaan yang dilaporkan ke KPK itu apa adanya. Dia menegaskan tidak ada kekayaan yang disembunyikan. ”Memang segitu harta kekayaan saya. Masak mau dilebih-lebihkan,” ucapnya.

Dengan kekayaan yang hanya Rp 193 juta, bisa saja ada pihak yang beranggapan tidak wajar. Namun, Mondir sekali lagi menyatakan itu fakta dan tidak mengada-ada. ”Saya memasukkan harta kekayaan saya apa adanya. Tidak dibuat-buat,” jelasnya.

Dia menjelaskan, harta yang dimasukkan dalam LHKPN harus disertai bukti. Misalnya tanah, harus ada sertifikat. Begitupun dengan tabungan, harus ada buku tabungan. ”Apakah saya harus bohong untuk meninggikan harta saya. Kan tidak boleh begitu,” ujar Mondir.

Wabup mengaku hanya rumah dan tanah yang dimasukkan dalam LHKPN. Untuk mobil dan kekayaan lainnya, dia memang tidak punya. ”Yang saya pakai mobil dinas sebagai wakil bupati,” tuturnya.

Dia tidak habis pikir mengapa kekayaan yang tercantum sedikit justru dicurgai. Mestinya, menurut Mondir, yang perlu dipertanyakan baru jadi pejabat, tapi harta kekayaannya banyak. ”Itu harta dari mana kok bisa banyak? Mestinya itu yang perlu dicurigai. Begitu cara berpikir yang tepat,” urainya.

Dengan kondisi keuangan yang demikian, Mondir tetap optimistis bisa menang. ”Saya ingin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Untuk menjadi pemimpin, tidak perlu banyak uang. Yang penting jujur dan mau bekerja,” katanya.

Yang berbahaya, imbuh dia, money politics. Sebab ketika jadi, tidak menutup kemungkinan berupaya mengembalikan modal. ”Rumus ekonomi kan begitu. Ketika banyak modal yang dikeluarkan, bagaiamana caranya harus kembali,” terangnya.

Mondir tidak memungkiri biaya politik tidak murah. Namun, hal itu bisa dicari jalan keluarnya. ”Saya banyak kenalan. Jadi, nanti banyak yang akan membantu. Gotong royonglah istilahnya,” tukas dia.

Sementara itu, bakal calon bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku, LHKPN yang disampaikan ke KPK sesuai dengan harta kekayaan yang dimiliki. ”Saya ada rumah di Demangan, warisan ditaksir berkisar Rp 5 miliar. Yang Rp 2 miliar lebih itu ada dari tabungan sedikit dan mobil. Itu saja,” tuturnya.

(mr/daf/hud/han/bas/JPR)