Tiga Pengamen Rampas HP Teman Seprofesi – Radar Surabaya

Yuan Abadi/Radar Surabaya

Ketiga tersangka tersebut adalah, Tanjung,22, asal Karang Rejo Timur IV/ 15 D, Paulus Adie Jaya,22, warga Jalan Bogi, Kelurahan Pademonegoro, Sukodono, Sidoarjo dan MFP,17, warga Jalan Karang Rejo Sawah III, Wonokromo, Surabaya. 

Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suartika menjelaskan kasus perampasan yang dilakukan ketiganya terjadi pada Rabu (1/11). Awalnya, ketiga tersangka sedang mengamen di perempatan Jalan Jagir Wonokromo. Saat ituilah mereka bertemu dengan korban bersama dua temannya yang juga sesama pengamen. 

“Kebetulan salah satu tersangka yakni MFP kenal dengan korban. Saat itulah, MFP memanggil korban dan mengajaknya ke Jalan Bagong dengan menggandol di truk,” ungkapnya Kompol Suartika, Kamis (9/11). 

Suartika menjelaskan saat tiba di Jalan Bagong tersebut  MFP menodong korban dengan menggunakan pisau kecil yang ditempelkan ke leher korban. Kemudian dua tersangka lain yakni Tanjung dan Paulus menggeledah kantong celana korban. Hal itu dilakukan ketiganya saat masih berada di atas truk.  

“Kemudian mereka menemukan satu unit hp milik korban. Setelah itu, mereka turun dari truk di Jalan Gubeng di dekat hotel Sahid. Kemudian setelah ketiga tersangka sudah kabur, korban juga turun dari truk dan melaporkan kasus ini kepada kami,” terangnya.

Mantan Kapolsek Pakal ini menjelaskan mendapati laporan korban, pihaknya lantas bergerak cepat untuk mengejar pelaku. Korbanpun diajak untuk melakukan pengejaran agar memudahkan polisi mengenali tersangka. Hanya saja, saat itu polisi gagal menemukan para tersangka. 

“Kami baru menangkap ketiga tersangka pada Selasa (7/11). Awalnya kami menangkap Tanjung di Liponsos yang sedang menjenguk temannya. Kemudian dari keterangan Tanjung, kami berhasil meringkus kedua tersangka lainnya,”  tandas Suartika. 

Sementara itu, kepada polisi Tanjung mengaku jika ide untuk melakukan perampasan tersebut merupakan ide darinya.  Hal itu, terpaksa ia lakukan lantaran penghasilan mengamen semakin sepi sebab Satpol PP sering melakukan razia. 

“Sedangkan hpnya kami jual ke Pasar Wonokromo dengan harga Rp 350 ribu. Hasilnya kami gunakan untuk bersenang-senang dan membeli miras,” ungkapnya. (*/rud)

(sb/yua/jek/JPR)

Source link