Tiga Proyek Fisik Disorot – Radar Bromo

PANGGUNGREJO – Sejumlah proyek fisik yang dilaksanakan pemkot setempat kini tengah disorot DPRD Kota Pasuruan. Penyebabnya, sampai sejauh ini proses pengerjaan proyek tersebut berjalan lamban. Legislatif khawatir, proyek fisik tersebut tidak selesai tepat waktu.

Proyek fisik yang dimaksud di antaranya, pembangunan kantor Kecamatan Panggungrejo senilai Rp 8,6 miliar; rehab kantor Kecamatan Bugulkidul senilai Rp 5,1 miliar; serta pembangunan Gedung Kesenian senilai Rp 17,1 miliar. Anggota dewan pantas cemas. Pasalnya, siswa waktu pengerjaan tinggal dua bulan berjalan.

“Dari hasil sidak di lapangan, kami menemukan 3 proyek fisik yang pengerjaannya masih minim. Padahal, waktu yang tersisa tidak sampai dua bulan. Kami khawatir tidak rampung tepat waktu,” kata sekretaris Komisi III DPRD setempat, Suci Mahardiko.

Koko -sapaan akrabnya – menyebut, pihaknya sudah mengajukan rekomendasi pada dinas terkait. Dalam rekomendasi tersebut, Komisi III meminta agar pengerjaan dipercepat dengan sistem lembur. Dengan begitu, target yang ditetapkan bisa terpenuhi.

“Namun, saya lihat sudah hampir memasuki pertengahan November, proyek itu rata-rata masih kontruksi awal. Kalau pengerjaannya tetap lambat seperti sekarang, ya pasti tidak akan selesai akhir tahun ini,” ungkapnya.

Anggota Komisi III, Lukman Hakiem Bachmid mengungkapkan, ia sangat menyayangkan proses pengerjaaan 3 proyek tersebut yang berjalan lambat. Kalau tidak tepat waktu, maka sisa anggaran yang tidak terserap akan masuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

“Jangan sampai molornya pembangunan gedung arsip dan perpustakaan di Kelurahan Sekargadung, terulang kembali tahun ini. Kalau perlu, diberlakukan sistem 3 kali shift. Sehingga pengerjaannya bisa dilakukan 24 jam,” jelas pria yang akrab disapa Lukiem itu.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Agus Fajar mengaku, lambannya pengerjaan 3 proyek fisik itu, karena ketiganya baru dikerjakan awal Oktober lalu. Namun, ia optimistis proyek tersebut selesai tepat waktu. Sebab, sesuai kontrak pengerjaannya diberi tenggat 90 hari.

“Setiap rekanan memiliki mekanisme yang berbeda-beda dalam menyelesaikan proyek pengerjaan. Namun, saya optimistis 3 proyek itu dapat selesai tepat waktu. Toh, tenggat waktunya kurang lebih 60 hari lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Setiyono mengungkapkan, pihaknya sudah mewanti-wanti pada rekanan agar menyelesaikan proyek fisik tepat waktu. Jika sampai molor atau tidak rampung sesuai kontrak, maka pemkot tidak akan segan-segan memberikan sanksi.

“Saya sudah meminta dinas terkait untuk ikut mengawasi. Kalau tidak selesai, ya pasti akan kami beri sanksi untuk rekanannya,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela agenda paripurna R-APBD 2018 di kantor DPRD setempat.

Source link