Tiga Tewas di Lubang Septiktank, Korban Masih Satu Keluarga – Radar Bromo

TIGA SEKALIGUS: Jenazah ketiga korban saat disemayamklan di rumah duka. Ketiga korban tewas di lubang septic tank maut di Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, Gempol, Rabu (27/12)/
(Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

GEMPOL – Tragedi menimpa satu keluarga asal Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamtan Gempol ini. Saat menggali lubang septic tank di belakang rumah, ketiganya tewas lantaran menghirup gas beracun. Ketiganya tewas saat saling hendak menolong untuk menyelamatkan.

Insiden itu terjadi Rabu (27/12) sekitar pukul 08.30. Pagi itu, Suparno, 40, hendak melanjutkan belakang rumahnya di RT 2 RW 17, Dusun Dusun Jurangpelen. Pembuatan septic tank itu sejatinya sudah dilakukan sehari sebelumnya. Rencananya, dia hendak memperluas septiktank lawas di rumahnya, lantaran septic tank lama sudah penuh.

Adapun lokasi baru septic tank, hanya berjarak 30 sentimeter dri septic tank lawas. Saat membuat, dia menggunakan cara manual. Yakni menggali dengan sekop dan pacul. Septic tank baru tersebut kedalamannya mencapai 4 meter dengan diameter sekitar 2 meter.

Semula, pekerjaannya itu lancar-lancar saja. Bahkan Suparno yang mulai menggali sejak pukul 07.00, nampak bersemangat.

Hingga saat jarum jam menunjukkan pukul 08.30, petaka terjadi. Tiba-tiba saja, lubang septic tank yang digali Suparno, ambrol. Alhasil, Suparno masuk ke dalam lubang. Posisi tubuhnya tenggelam separo di dalam lubang.

Insiden itu rupanya diketahui Junaidi, 20, anaknya. Seketika itupula Junaidi menyelamatkan ayahnya, dengan masuk ke lubang yang sama. Saat itu posisi Suparno sudah tak sadarkan diri.

Tapi upaya itu rupanya justru membuatnya celaka. Diduga, Junaidi juga tak sadarkan diri saat menyelamatkan ayahnya.

Tragedi berlanjut. Saat Junaidi masuk ke dalam lubang, Mujiono, 45, kakak kandung Suparno (pakde Junaidi), ikut mengetahui. Dan lelaki ini juga sama. Dia berlari secepatnya untuk menyelamatkan adik (Suparno) dan  keponakannya (Junaidi). Nasib Mujiono juga sama. Dia ikut tak sadarkan diri.

Korban pun bertambah saat Yamin, 65, ayah Suparno dan Mujiono serta kakek Junaidi, juga berniat menyelamatkan ketignya. Dengan bermodal seutas tali, Yamin masuk ke dalam lubang. Sampai kemudian, dia berteriak meminta tolong.

“Teriakan itu terdengar warga. Seketika itu wrga datang ke lokasi. Disana, warga sudah melihat keempatnya tak sadarkan diri,” beber Masoli, 40, tetangga korban.

Dengan tali tampar, warga satu persatu menyelamatkan Suparno, Junaidi, Mujiono dan Yamin. Upaya itu berhasil. Seluruh korban berhasil diangkat ke atas. Namun dari keempatnya, hanya Yamin yang diketahui masih bernafas. Sementara ketiga korban lain, dinyatakan sudah tak bernyawa.

Yamin yang tak sadarkan diri, lalu dibawa ke RS Pusdik di Watukosek. Lelaki ini nampaknya sangat terpukul, ketika kehilangan dua anak serta satu cucunya.

Insiden itu memantik kepolisian terjun ke lokasi. Seketika itu pula polisi menggelar olah TKP. Lubang septic tank dipasang garis polisi. “Kuat dugaan, lubang ambrol saat digali,” terang Kompol I Nengah Darsana, kapolsek Gempol.

Darsana menambahkan, polisi sejatinya mengupayakan untuk visum. Hanya saja, keluarga menolak. Keluarga meminta supaya jenazah dibawa ke rumah duka.

“Dari hasil pemneriksaan sementara, ketiga korban tewas diduga karena menghirup gas beracun yang timbul dari lubang septic tank lama. Ini murni musibah,” beber Darsana.

septiktank

SEPTIKTANK MAUT: Luibang septic tank yang menjadi lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi.
(Rizal F Syatori.Jawa Pos Radar Bromo)

(br/fun/zal/fun/JPR)

Source link