Dia adalah Plt Sekkab Sumenep R Idris. Didampingi beberapa pria sopan, Idris berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan. Kemudian, seorang perempuan dan pria menyusul duduk di samping kanan dan kiri Idris.

Mereka adalah Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) Pinky Hidayati dan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumenep Syaiful Arifin. Tak lama berselang kegiatan dimuali.

Kegiatan itu merupakan evaluasi program sekolah laut yang dimotori BPBD Jatim. Pelaksanaannya dilakukan dengan program perbaikan lingkungan dan ekosistem laut. Ada tiga hal utama dari program tersebut. Yaitu, pembentukan komunitas relawan peduli lingkungan, penanaman mangrove, dan penguatan pengetahuan masyarakat untuk menghadapi potensi bencana alam di Kabupaten Sumenep.

Idris menganggap program itu sangat bermanfaat. Saat ini Sumenep memiliki lebih dari 1.200 relawan peduli lingkungan. Program penanaman mangrove yang rencananya hanya sekitar 1.000 batang bertambah menjadi 3.500 pohon. ”Program ini sudah sukses. Tapi, penilaian ini hanya dari segi pelaksanaan kegiatan. Ke depan masih harus kita lakukan bersama,” ungkapnya.

Menurut Pinky, ada beberapa hal yang harus dilakukan masyarakat Sumenep. Dalam menghadapi besarnya perusakan lingkungan dan potensi bencana alam, mau tidak mau masyarakat harus meminimalkan kerusakan alam dan memperbaikinya.

Pinky memberikan contoh agar masyarakat memelihara mangrove yang masih ada dan yang baru ditanam serta menambah jumlah mangrove yang ditanam ke daerah yang masih minim tanaman air itu. Kemudian, harus ada orang yang menyebarkan paham cinta lingkungan.

”Memperbaiki lingkungan adalah investasi jangka panjang kita untuk menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu terjadinya bencana alam,” ucapnya.

Tidak lupa, Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi ikut menyumbang pemikiran. Menurut Rahman, penanaman mangrove adalah contoh kecil bentuk kecintaan terhadap lingkungan. Dia berharap semakin banyak warga yang sadar terhadap lingkungan dan ikut memperbaiki.

”Meskipun saya bilang contoh kecil, tapi sangat berarti besar. Kita tahu menjaga ekosistem laut adalah salah satu cara memperpanjang masa depan untuk anak cucu kita,” pungkasnya.

(mr/aji/hud/han/bas/JPR)