KOTA – PDAM Rembang membidik pemanfaatan air Embung Rowosetro di pinggir Jalan Rembang-Clangapan. Hal itu, untuk memenuhi banyaknya permintaan sambungan baru pelanggan PDAM dari kalangan industri.

Direktur PDAM Rembang M. Affan menuturkan, pihaknya telah mengajukan permohonan langsung Bupati Rembang, Abdul Hafidz, soal pemanfaatan PDAM diizinkan mengelola Rowosetro.

”Kami minta izin pak bupati untuk pemanfaatan embung. Seperti pada awal pendirian PDAM sekira tahun 1980,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, banyaknya permintaan sambungan rumah baru yang hingga saat ini belum terpenuhi kuotanya. Apalagi ada industri sepatu yang kini sedang dibangun, secara otomatis ke depan membutuhkan air bersih.

”Makanya PDAM Rembang berkewajiban memenuhinya. Karena pembangunan industri dalam rangka menopang program pengentasan kemiskinan. Dalam hal ini penyiapan lapangan pekerjaan baru,” terangnya.

Affan memperkirakan Rowosetro ketika dapat diolah dapat mencukupi seribu sambungan rumah. Dengan catatan area penyadapan air tidak rusak. Artinya ada saluran-saluran air dipersawahan sekitarnya yang mengalirkan di Rowosetro.

Selain memohon pemanfaatan Rowosetro, PDAM Rembang didorong Pemkab membangun instalasi pengolahan air lengkap. Tepatnya di Gunungsari, Kaliori, untuk mencarikan solusi bau dan warna yang kerap dikeluhkan pelanggan.

Sehubungan dengan pembangunan instalasi di wilayah Rembang timur tersebut, pihaknya diminta segara melakukan permohonanan. Mengingat anggaranya cukup besar. “Untuk membangun instalasi air setidaknya butuh Rp 17,5 milair,” terangnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)