Tipu Hotel Sampai Tukang Tato, Seorang Rusia Dituntut 8 Tahun – Bali Express

Tuntutan tersebut disampaikan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis kemarin (5/7). Jaksa I GA Surya Yunita PW selaku penuntut umum dalam perkara ini menyebutkan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana ditentukan dan diancam dalam Pasal 379 huruf a KUHP yang diterapkan dalam dakwaan pertama.

“Menuntut agar majelis hakim yang mengadili pekara ini supaya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sodel Pavel dengan pidana penjara selama 8 bulan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara,” ujar penuntut umum.

Dituntut seperti itu, Pavel yang selama persidangan tidak didampingi pengacara langsung menyampaikan pembelaan. Intinya, dia meminta untuk tidak dihukum dengan alasan sebagai tulang punggung keluarga.

“Saya punya istri dan 3 orang anak. Punya ibu yang sedang sakit-sakitan. Saya sudah dipecat dari pekerjaan, tapi saya masih punya tanggungjawab sebagai tulang punggung keluarga. Saya perlu mencari pekerjaan lagi. Kalau bisa saya tidak dihukum,” kata Pavel dalam bahasa Rusia seperti disampaikan penerjemahnya.

Terhadap pembelaan tersebut, JPU di hadapan majelis hakim menyatakan tetap pada tuntutan yang telah disampaikan.

Sesuai dakwaan, perbuatan pidana yang dilakukan Pavel terjadi pada 15 Maret 2018. Perbuatannya dilakukan dengan tidak melakukan pembayaran baik saat menginap di The Tusita Hotel, membeli makanan dan minuman di Pool Bar Hotel Stones Autograph Colletion dan membuat tato.

Dalam melakukan aksi penipuannya, selalu memakai modus yang sama untuk mengelabui korban yakni dengan alasan kartu ATM miliknya sedang bermasalah. 

Berawal pada 9 Maret 2018 bertempat di The Tusita Hotel di Jalan Kartika Plasa No.9X, Kuta, Badung, terdakwa melakukan chek in untuk menginap dengan menempati kamar 102.

Namun saat petugas front office meminta deposit sebagai uang jaminan, terdakwa tidak bisa membayar dengan alasan tidak memiliki uang tunai dan berjanji akan membayar keesokan harinya.

Keesokan harinya, saat ditagih kembali, terdakwa kembali beralasan kartu debitnya lagi bermasalah dan berjanji akan membayar pada saat chet out. “Namun saat chek out terdakwa tidak juga membayar uang sewa hotel dengan alasan yang sama yakni ATM (kartu debit) miliknya bermasalah. Karena tidak membyar tagihan hotelnya, pihak The Tusita Hotel mengelurkan barang-barang milik terdakwa dari kamar hotel dan memintan paspor milik terdakwa sebagai jaminan,” imbuh penuntut umum.

Hal yang sama ternyata dilakukan juga oleh terdakwa di Pool Bar Hotel Stones Autrograph Collection di Jalan Pantai Kuta,Legian, Kuta, Badung. Dimana terdakwa tidak juga bisa membayar makanan dan minuman yang sudah dipesannya.

Saat ditangih, terdakwa mengeluarkan dua kartu kredit yang ternyata sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Namun terdakwa kembali beralasan jika keesokan harinya kartu kredit itu baru dapat digunakan setelah dikirim uang dari Moskow. 

Tidak sampai disitu, terdakwa juga melakukan tipu muslihat saat mendatangi tempat pembuatan Tatto milik I Nengah Artawan untuk dibuatkan tato di bagian tubuhnya sebanyak 5 macam dan disepakati harga seluruhnya Rp1.400.000.

Namun setelah selesai ditatto, terdakwa lagi-lagi beralasan kalau tidak punya uang tunai dan ATMnya bermasalah sehingga tidak melakukan pembayaran. “Dari perbuatan terdakwa tersebut, pihak The Tusita Hotel mengalami kerugian sekitar Rp 4.145.630, pihak Pool Bar Hotel Stones Autrograph Collection merugi Rp 768.350, dan I Nengah Artawan mengalami kerugian Rp1.400.000,” ungkap penuntut umum.

(bx/hai/yes/JPR)

Source link