Pejabat sementara (Pjs) Bupati Tulungagung Jarianto mengatakan, TMMD merupakan wujud kerja bersama banyak pihak untuk mempercepat pembangunan di desa-desa yang dianggap memiliki akses yang sulit. Seperti di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir; Desa Kresikan, Kecamatan Tanggungunung; dan Desa Kaligentong, Kecamatan Pucanglaban.

Selain itu, kata dia, adanya program ini semakin menunjukkan persatuan dan kesatuan semua instansi untuk mempercepat proses pembangunan di Indonesia, melalui desa-desa atau pinggiran.

Dengan adanya percepatan pembangunan, termasuk perbaikan fasilitas infrastruktur jalan, maka potensi peningkatan ekonomi di daerah tersebut bisa segera terwujud. Imbasnya, kemiskinan di daerah tersebut bisa diminimalkan dan jumlah penduduk yang masuk kategori sejahtera semakin bertambah. “Tidak hanya pembangunan fisik, tapi ada pembangunan nonfisik. Termasuk penyuluhan, pengobatan masal, dan lain-lain,” ujar pria yang sekaligus menjabat Kepala Disbudpar Jawa Timur ini.    

Dalam upacara tersebut, Pjs Bupati Tulungagung secara simbolis menyerahkan alat bantu pelaksanaan proyek kepada perwakilan TNI, Polri, dan masyarakat. Ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama mempercepat pembangunan.

Di tempat sama, Komandan Korem 081 Dhirot Saha Jaya Kolonel Indantri R. Sidharta Wisnu mengatakan, TMMD tidak hanya pembangunan infrastruktur ruas jalan, tapi juga pembuatan lokasi mandi cuci kakus (MCK), musala, jambanisasi, serta perbaikan rumah tidak layak huni. “Saya berharap waktu satu bulan yang ditargetkan dengan sekitar 700 personel yang dilibatkan, mampu menjawab percepatan pembangunan di wilayah Kalidawir yang sudah ditargetkan,” ungkapnya. (adv/ed/din) 

(rt/did/ang/JPR)