Toko Terbakar, Kerugian Sekitar 200 Juta – Radar Madura

            Informasi yang dihimpun di lapangan, api mulai ada sejak pukul 03.00. Namun, warga tidak menggubrisnya karena diduga orang sedang membakar sampah. Warga baru sadar toko milik H Suharto terbakar ketika api sudah membesar.

Api cepat membesar karena di belakang toko banyak botol plastik. Warga dengan alat seadanya berusaha memadamkan api sambil menyelamatkan barang berharga. Seperti kulkas dan isi toko lainnya.

Petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi sekitar 30 kemudian. ”Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta,” ucap Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit.

Kapolsek Kota Sumenep AKP Widiarti menambahkan, pihaknya mendengar informasi kebakaran dari masyarakat pada pukul 03.30. Pemadam kebakaran yang kantornya bersebelahan dengan mapolsek, diajak langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu, mayoritas isi toko tidak bisa diselamatkan. ”Yang terbakar toko sembako. Korban jiwa tidak ada, cuma material. Kerugiannya sekitar Rp 200 juta,” ujarnya.

Menurut dia, petugas sempat terkendala minimnya air. Sebab, di lokasi tidak ada sumber air. Namun dengan kerja keras petugas dibantu warga, api bisa dipadamkan. ”Alhamdulillah api tidak menjalar ke permukiman warga,”  tuturnya.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rachman Riadi mengatakan, pihaknya menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit tangki. Sekitar 20 menit api sudah bisa dipadamkan. Hal itu berkat kekompakan petugas, kepolisian, TNI, dan warga. ”Jumlah personel kurang lebih 25 orang,” paparnya.

Rachman membenarkan bahwa petugas sempat kehabisan air. Namun, secara teknis tidak ada kendala. ”Kami berharap, pada musim pancaroba ini warga berhati-hati. Terutama korsleting dan meledaknya tabung elpiji yang bisa menjadi pemicu kebakaran,” jelasnya.

(mr/rul/han/bas/JPR)