Operasi yang dimulai pukul 08.35 ini diawali apel di halaman kantor Satpol PP Jalan Hariyono Lumajang. Diisi personel Gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Instansi terkait seperti Yonif, BPRD, Bakesbangpol, Dishub dan lainnya. Total ada sekitar 170 personel.

Usai apel, personel gabungan itu bergerak ke Jugosari. Mulai portal ilegal sampai tambang ilegal disisir. Sampai akhirnya penambang dikumpulkan untuk mendapat pengarahan.

Sekretaris Satpol PP Lumajang Paimin AP dan Kabid BPRD Suharyanto memberi penegasan bahwa penambang dilarang melakukan aktivitas tambang ilegal. “Silakan bergabung dengan yang berizin biar tidak ada masalah,” kata Paimin.

Dijelaskan pula bahwa kehadiran tim gabungan adalah sosialisasi. Tentang Penambangan sesuai aturan. Apalagi LJS sudah keluar izinnya, jadi sangat tidak boleh menambang di area yang tidak berizin.

Paimin juga menegaskan bahwa truk yang mengangkut Pasir bakal diperketat. “Pengemudi diimbau tidak menambang di luar areal Penambangan Resmi. Dan harus harus membawa Surat Keterangan Asal Barang (SKAB),” sambung Suharyanto.

Usai sosialisasi yang berlangsung sekitar satu jam itu, tim bergerak menuju areal penambangan Sungai Besuk Sat Desa Pasrujambe. Baru pada pukul 13.00 WIB, petugas memeriksa Kartu Kendali pada semua truk disana.

Patroli juga dilakukan di aliran Sungai Besuk Sat Desa Pasrujambe menuju Lumajang. Tapi, tidak ada satupun truk yang ditangkap. Hanya pengarahan.

Namun ditekankan agar sopir truk tidak mengangkut pasir ilegal. Jika itu dilakukan mereka akan ditangkap. (

(jr/fid/ras/das/JPR)

Source link