UNS Gelar Silaturahmi – Radar Solo

“Menyikapi era disrupsi inovasi, segenap dosen dan tenaga kependidikan dituntut terus berinovasi seiring perkembangan yang terjadi dan perubahan yang cepat. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat perguruan tinggi di Indonesia terancam menghadapi kematian,” beber Ravik dalam sambutannya.

Melihat fenomena tersebut, UNS sudah melakukan berbagai inovasi di bidang pendidikan. Paling gres, menyusun blended learning atau pembelajaran campuran. Ravik menambahkan, sebanyak 1.300 mata kuliah di UNS sudah disusun dengan sistem pembelajaran tersebut.

“Namun ternyata inovasi ini masih tertinggal jauh dibanding dengan perguruan tinggi lainnya di berbagai belahan dunia. Ini menjadi PR besar bagi kita semua untuk terus berinovasi. Karena sekali lagi, tanpa inovasi bisa jadi perguruan tinggi akan mati,” sambungnya.

Dalam acara bertajuk Menyikapi Era Disrupsi Inovasi, salah seorang dosen UNS Senot Sangadji memaparkan bahwa era disrupsi telah banyak membawa perubahan besar dalam berbagai sendi kehidupan.

“Contohnya, banyak perusahaan besar yang runtuh karena gempuran perubahan. Seperti Kodak yang gulung tikar karena hadirnya kamera digital. Kodak gagal mengantisipasi disrupsi hingga tergilas zaman,” imbuhnya.

Sementara itu, acara silaturahmi keluarga besar UNS ini dihadiri oleh pimpinan, seluruh dosen, staf tenaga pendidik, dan mahasiswa kampus setempat.

(rs/aya/bay/JPR)