Untag Gandeng LSP Teknik Akuntansi – Radar Banyuwangi

BANYUWANGI-Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menyelenggarakan sosialisasi peningkatan soft skill melalui sertifikasi profesi yang telah terlisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI. Sosialisasi di kampus Untag itu digelar pada 23 November 2017.  Sebanyak 45 orang menjadi peserta, yang terdiri dari mahasiswa, perwakilan SMK seluruh Banyuwangi, ketua MGMP Banyuwangi, Jember, Bondowoso, dan sekitarnya, serta dosen Untag.

Acara itu bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi-Teknisi Akuntansi (LSP-TA). Narasumber yang dihadirkan adalah Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi, Dr Murtanto, MSi, Ak, CA.

Rizki Nurfida Pambayun, MPd, kepala UPT. Pusat Pembinaan Profesi Untag selaku ketua panitia mengatakan, sertifikat tersebut merupakan salah satu bentuk penjaminan kompetensi seseorang dalam bidang profesinya masing-masing. Penjaminan kompetensi melalui sertifikat dibutuhkan untuk memberikan bukti tertulis bahwa pemegang sertifikat memiliki skill yang dibutuhkan untuk membekali diri menghadapi persaingan global dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Untuk mendapatkan sertifikat tersebut diperlukan uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi profesi pihak tiga (LSP-P3), yaitu lembaga sertifikasi yang didirikan oleh asosiasi industri dan atau asosiasi profesi dan mempunyai kewenangan melakukan uji kompetensi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memenuhi persyaratan dalam skema sertifkasi,” terangnya.

Ditambahkan, pengadaan uji kompetensi membutuhkan Tempat Uji Kompetensi (TUK). Oleh karena itu, Untag bekerjasama dengan LSP-TA untuk membuat TUK. “TUK ini dapat memfasilitasi siswa, mahasiswa, guru maupun dosen, yang ingin melakukan uji kompetensi akuntansi,” ujarnya. 

Tujuan sosialisasi dan MoU itu, lanjut dia, untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi profesi yang memiliki pengakuan baik nasional maupun internasional bagi peningkatan soft skill pemegang sertifikat yang dapat digunakan untuk bersaing di era global. Selain itu, MoU Untag itu dapat memberikan angin segar bagi seluruh masyarakat di Banyuwangi dan sekitarnya. “Sebab, masyarakat bisa melakukan uji kompetensi teknisi akuntansi di Untag Banyuwangi,” katanya.

Rizki berharap, setelah sosialisasi dan penandatanganan MoU itu, mahasiswa, perwakilan SMK, ketua MGMP, serta dosen dapat memberikan pemahaman pentingnya peningkatan soft skill. “Khususnya bidang akuntansi untuk menghadapi persaingan global,” imbuhnya.

Dengan kerjasama Untag dan LSP-TA, kata dia, dapat memberikan fasilitas bagi masyarakat yang akan melakukan uji kompetensi. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke pusat di Jakarta. “Tetapi bisa dilaksanakan di Untag Banyuwangi,” tandasnya.

Source link