Upi Angkat Realita Generasi Milenial, Tertantang Bikin Angle Beda – Radar Bali

Adegan film My Generation
(IFI Sinema for Radar Bali)

RadarBali.com – Sebuah film berjudul, My Generation siap meramaikan sejumlah bioskop nasional mulai Kamis (9/11) besok.

Film yang disutradarai oleh Upi Avianto ini merupakan sebuah film yang mengangkat realita kehidupan generasi milenial secara natural.

Generasi dimana generasi ini tergolong kritis dalam segala hal dan lebih berani mengungkapkan pendapatnya terhadap khalayak secara langsung maupun lewat ekspresi yang ditunjukkan dengan cara lainnya.

Perbedaan karakter antar generasi yang sangat gamblang tertuang dalam film ini. Ciri dari jargon Kids Jaman Now juga secara gamblang tertuang dalam film yang diproduksi oleh IFI Sinema ini.

Upi Avianto menggarap film ini secara serius. Bahkan, hingga memasukan unsur gaya berbahasa anak muda zaman sekarang semacam bahasa slank.

Naskah untuk percakapan dalam setiap adegan yang terdapat di dalam film ini pun merupakan hasil riset intensif secara 2 tahun yang dilakukan Upi secara social media listening.

Dimana Upi mengamati obrolan-obrolan yang terjadi di dunia maya yang memang bersentuhan dengan dunia generasi millenialstanpa merekayasa.

Film My Generation

film my generation, sutradara upi avianto, gala premier, beach walk

PENDATANG BARU: Beberapa pemain film saat gala primer di XXI Beach Walk, Kuta beberapa hari lalu.
(Marcello Pampurs/Radar Bali)

“Dalam membuat sebuah film, memang saya selalu tertantang untuk membuat angle-angle yang berbeda dan untuk film remaja, saya tidak ingin mengangkat

seputar romantisme percintaan anak  muda, tetapi saya ingin mengangkat generasi millenials saat ini yang unik yang cukup menyedot perhatian masyarakat dari kacamata mereka,” kata Upi saat gala primer di XXI Beach Walk, Kuta.

 “Untuk mendapatkan percakapan natural untuk naskah, saya tidak menggunakan metode survey interview langsung ke anak muda,

karena biasanya mereka sedikit enggan untuk mengungkapkan pendapat murni seputar orang tua atau pun sekolah, tetapi melalui pengamatan sosial media.

Dimana saya mendapatkan obrolan murni yang terjadi yang sangat bagus untuk diungkapkan dan diangkat ke dalam film sehingga nantinya penonton akan mengetahui sudut pandang generasi milenial,” tambahnya.

Film ini bercerita tentang persahabatan 4 orang anak Sekolah Menengah Atas yang terdiri dari tokoh Zeke, Konji, Suki dan Orly.

Diawali dari gagalnya jadwal mereka untuk berlibur karena video protes tergadap guru yang dilakukan mereka menjadi viral di sekolah.

Viralnya video tersebut pun membuat mereka dihukum dan tidak lagi memiliki waktu untuk pergi berlibur.

Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa, akhirnya justru membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka.

Keempat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik yang berbeda-beda pula.

Film ini dibintangi oleh beberapa artis muda nasional seperti Bryan Langelo yang memerankan tokoh Zeke, Arya Vasco sebagai Konji), Alexandra Kosasie sebagai Orly dan Lutesha sebagai Suki.

Tidak ketinggalan para artis senior juga muncul di film ini seperti Ira Wibowo dan Joko Anwar yang berperan sebagai orang tua Konji,

Tyo Pakusadewo dan Karina Suwandhi sebagai orang tua Zeke, Surya Saputra dan Aida Nurmala sebagai orang tua dar Suki, dan Indah Kalalo sebagai ibunda  dari Orly.

Sementara itu, untuk mempromosikan film ini kepada khalayak, Bali menjadi kota ke 4 yang dikunjungi setelah Jakarta, Bandung, Jogya dan Surabaya.

Sementara itu, Lutesha yang berperan sebagai Suki dalam film ini mengaku tidak banyak menemukan kesulitan dalam proses syuting yang dijalaninya.

” Saya tidak banyak mengalami kesusahan. Cuma dalam film ini saya harus bermain gitar dan susahnya belajar gitar, itu saja,” akunya.

(rb/mar/mus/mus/JPR)

Source link