UPK Demak Kota – Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID– Keberadaan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Demak Kota dinilai masih sangat dibutuhkan. Di antaranya, untuk ikut bergerak mengentaskan kemiskinan melalui program pemberian modal usaha kepada kelompok masyarakat.

Badan Pengawas UPK Demak Kota, Kurnen mengatakan, untuk mempertahankan UPK bukan perkara mudah. Menurutnya, modal awal 2017 mencapai Rp 3,2 miliar dengan aset produktif Rp 3,1 miliar. Sedangkan aset ekonomi Rp 3,4 miliar serta surplus berjalan sebesar Rp 216 juta.

Adapun dana pinjaman yang digulirkan ke masyarakat mencapai Rp 4,5 miliar. Untuk kelompok pemanfaat dana bergulir sebanyak 165 kelompok dengan 1.171 orang penerima pinjaman. Sedangkan, saldo pinjaman sebesar Rp 3,1 miliar dengan persentase pengembalian 98 persen,” kata Kurnen.

Manajer Pengelola UPK, Masrum menambahkan, dana bergulir yang dijalankan UPK Demak Kota dinilai bermanfaat untuk memberikan modal usaha ke masyarakat dan berpengaruh terhadap penjualan. “Tingkat pengembalian pinjaman cukup tinggi. Tunggakan kumulatif per 31 Desember 2017 hanya 2 persen,” katanya.

(sm/hib/ton/JPR)