Usai Jual Tanah, Uang Dirampok – Radar Bojonegoro

Kapolsek Rengel AKP Yani Susilo menjelaskan, keluarga Karmijan baru mendapat uang setelah menjual tanahnya untuk proyek pembangunan bendungan di desanya. Usai mendapat uang, Karmijan menyimpan seluruh uangnya di bank. Dikarenakan butuh untuk keperluan sawahnya, Jumat (16/2) lantas dia mengambil uang Rp 15 juta. Uang itulah yang ternyata mengundang perhatian pencuri. ‘’Kuat dugaan pencuri orang dekat karena tahu korban habis ambil uang,’’ tutur Yani.

Ketika lepas tengah malam, tiba-tiba seorang dengan postur tubuh tinggi besar memasuki rumah Karmijan. Rumah yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu itu dimasuki si maling dengan sangat mudah. Pelaku lantas masuk kamar Karmijan dan mengancam akan membunuh Karmijan jika tidak menyerahkan sejumlah uang. Dalam ancamannya, pelaku membawa senjata tajam. ‘’Ingin hidup apa mati?’’ tutur Yani menirukan ancaman yang membuat keluarga korban ketakutan. 

Ketika menebar ancaman, pelaku menggunakan jaket, celana, dan wajah tertutup sebo hitam. Dikarenakan takut dibunuh, lantas Ari Mahmudi, anak korban mengambil uang Rp 10 juta di lemari untuk diserahkan ke perampok tersebut. Tak puas, pelaku meminta sisa uang sebesar Rp 5 juta yang masih tersisa di lemari. Usai mengantongi Rp 15 juta, pelaku langsung kabur melalui pintu belakang. ‘’Yang jelas bawa senjata, tapi belum tahu senjata apa karena posisi gelap,’’ kata mantan Kasatsabhara Polres Tuban itu.

Perwira berpangkat balok tiga di pundak itu mengatakan, pihaknya masih memburu pelaku. Dia mengaku sudah mengantongi ciri-ciri pelaku yang diduga orang terdekat korban. ‘’Orang pedesaan kalau ada yang punya uang kabarnya cepat berembus. Ini yang dimanfaatkan pelaku kejahatan,’’ tegas mantan Kapolsek Jenu itu.

(bj/yud/wid/faa/JPR)

Source link