Usai Mandi di Pantai, WN Amerika Diperkosa Instruktur Surfing – Bali Express

“Antara korban dan tersangka sedang makan jagung bakar. Keduanya di bawah pengaruh alkohol,” terang Kapolsek Kuta AKP IT. Ricki Fadliansyah didampingi Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra pada Jumat (29/6).

Bermula saat pelaku bertemu dengan korban sore hari di Pantai Kuta. Saat itu pelaku mengenal korban dari temannya Made yang kini berstatus sebagai saksi. Sekitar pukul 21.05 pelaku kemudian mengajak korban dan Made untuk minum arak di TKP. Usai menghabiskan 3 botol arak ukuran botol air mineral, pelaku kemudian menyuruh Made untuk membeli arak lagi. Niatnya adalah mengelabuhi Made agar kemudian pelaku menyetubuhi korban. Kemudian sekitar pukul 22.40, Made meninggalkan pelaku dan korban di TKP.

“Tiba – tiba pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan. Kemudian, celana dalam korban dibuka dengan paksa dan selanjutnya mencekik leher korban. Kemudian pelaku berhasil menyetubuhi korban selama kurang lebih 10 menitan,” jelasnya.

Korban sempat berontak sambil berteriak namun tidak berhasil melepaskan rangkulan pelaku. Setelah puas menyetubuhi korban, pelaku kemudian pergi meninggalkan korban di TKP.

Korban yang saat itu setengah sadar berlari telanjang mencari pertolongan namun nihil. Usai menenangkan diri Made kembali menghampiri korban sambil bertanya “Ada apa dengan kamu?”. Korban menjawab dengan kesal “Untuk apa kamu bertanya ada apa?”.

Kemudian korban meninggalkan Made dan kembali ke TKP untuk mengambil dan memakai celana dalamnya. Setelah berhasil menemukan handphone dan tasnya, korban selanjutnya menyetop taksi dan kembali ke hotelnya. Barulah dini hari sekitar pukul 02.00 wita korban mendatangi Polsek Kuta untuk melaporkan kejadian tersebut dengan nomor laporan LP/124/VI/2018/Bali/Resta Denpasar/Sek Kuta tertanggal 8 Juni 2018.

Diduga merasa ketakutan pelaku yang awalnya tinggal di Jalan Pattimura Legian kemudian pelang ke kampung halamannya. Sesaat setelah kejadian, Tim Opsnal mencari informasi terkait identitas pelaku, tim sempat kewalahan karena saat itu minim saksi. Namun, akhirnya tim opsnal berhasil memperoleh informasi bahwa pelaku tinggal di salah satu kamar di kos – kosan di Jalan Pattimura nomor 6 Legian.

“Kamar kos pelaku sudah dalam keadaan kosong. Pamitnya ke pemilik kos pulang kampung,” tuturnya.

Kemudian tim melakukan penyelidikan ke seseorang yang diduga mempekerjakan pelaku di Pantai Kuta sebagai karyawan di salah satu Surfing Rental. Akhirnya tim opsnal berhasil memperoleh identitas pelaku dan saat itu diprediksi pelaku kabur ke Medan.

Untuk menangkap pelaku kemudian pihak kepolisian berkoordinasi ke Polres Binjai Sumatera Utara. Usai melakukan koordinasi dengan Tim Resmob Polres Binjai, Tim Opsnal Reskrim Kuta berhasil melacak posisi pelaku dan akhirnya pelaku berhasil diamankan di Stasiun Bus ALS (Antar Lintas Sumatera) saat turun dari Bus ALS rute Jakarta – Medan pada Senin (18/6).

“Pelaku mengakui bahwa sebelum kejadian, mengajak korban mengobrol yang saat itu sambil membuat tatto temporary yang menggunakan jasa Made di dekat tempat pelaku menyewakan papan surfing,” jelasnya.

Berbeda dengan pengakuan pelaku bahwa sekitar pukul 20.00 wita, Made yang saat itu sedang mengobrol dengan korban, menyuruh pelaku untuk membeli arak di Jalan Majapahit. Saat itu Made memberikan uang sebesar Rp 25 ribu kepada pelaku dan meminjamkan sepeda Yamaha MX-nya.

“Pelaku mengaku sampai 5 kali membeli Arak di Jalan Majapahit dan saat arak tersisa sedikit, Made dan korban masuk ke laut bermaksud mandi hanya dengan memakai CD. Begitu juga dengan korban hanya memakai CD dan BH,” jelasnya.

Saat itu pelaku tidak ikut mandi, pelaku justru menjaga barang barang milik Made dan korban. Setelah sekitar 1 jam mandi, akhirnya Made dan korban kembali ke tempat mereka minum sebelumnya. Pelaku mengira Made habis berhubungan badan di dalam air bersama korban. Sehingga muncul niatnya untuk mencicipi tubuh korban.

“Pelaku ngomong ke Made. Bang, kasi aku lah Bang. Lalu dijawab kamu coba saja rayu dia, siapa tahu dikasi,” tirunya.

Setelah Made menimpali seperti itu, pelaku akhirnya mendekati dan meraba – raba tubuh korban. Walaupun korban menolak, namun pelaku tetap saja memeluk tubuh korban sambil melepas paksa celana dalam milik korban. Pelaku kemudian memeluk tubuh korban, jari – jari tangan pelaku memegang alat vital korban agar korban terangsang. Pelaku mengaku sempat memasukkan alat kemaluannya namun keluar lagi karena burungnya keburu layu.

Pengakuan pelaku saat pelaku menyetubuhi korban, Made hanya memperhatikan perbuatan pelaku tidak jauh dari TKP, sekitar 1 meteran. Setelah melihat korban menangis dan meronta – ronta, Made berbicara ke pelaku ”Sudah…sudah!”.

Keesokan harinya, pelaku seperti biasa datang ke TKP. Namun kemudian mendapat info dari Made kalau korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Pelaku oleh Made kemudian disuruh kabur dulu minimal 10 hari sambil menunggu korban check out. “Karena takut dicari Polisi, akhirnya korban sempat memutuskan untuk meninggalkan Bali. Namun sebelumnya dia memberitahu bosnya Joni terkait permasalahannya tersebut.

Pelaku kemudian menumpang bus dari Terminal Mengwi menuju Surabaya dengan membawa TV miliknya. Setelah sampai di Surabaya, pelaku menumpang kereta api tujuan Jakarta. Setelah sampai di Jakarta pelaku sempat menjual TV-nya seharga Rp 1 juta. Setelah itu menumpang Bus ALS jurusan Medan. Hingga kemudian berhasil diamankan.

Beberapa barang bukti yang kini disita berupa sebuah handphone merek Mito, Identitas korban, uang Rp 300 ribu sebuah dompet kulit dan baju keduanya. Bahkan botol arak dan tongkol jagung bakar. Kini pelaku dijerat pasal 285 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. 

(bx/afi/yes/JPR)

Source link