Usai Terima Tamu, Guru Ngaji Tewas Bersimbah Darah – Radar Madura

Jenazah Idris kali pertama ditemukan oleh putranya, Khalik, 35, dan istrinya, Mutia, 50. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sangat mengenaskan. Terdapat luka menganga pada leher bagian depan. Luka tersebut diduga bekas digorok dengan senjata tajam.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 19.00 sesudah salat Isya, ada dua orang bertamu ke rumah Idris. Namun, tidak ada yang mengenalinya selain Idris. Saat itu, anak dan istrinya dan keluarga yang lain sedang menonton televisi di sebelah timur rumah korban.

Namun, setelah kembali, tubuh Idris ditemukan tergeletak bersimbah darah. Sementara  dua tamu itu sudah tidak ada. Diduga dua orang tersebut adalah pelaku pembunuhan. Namun, hingga Kamis (28/12) identitas pelaku belum diketahui.

”Korban ini guru ngaji, kami sedang menyelidiki, informasinya pelaku ada dua orang,” kata Kapolsek Banyuates AKP Sulardi.

Pihaknya hanya mengumpulkan keterangan dari warga sekitar. Sebab, keluarga korban belum bisa dimintai keterangan. Selain guru ngaji, dia juga dikenal sebagai tabib. ”Semua saksi masih bungkam, yang paling tahu kan keluarganya,” tuturnya.

Kepala Desa Nagasareh Nasuri membenarkan ada warganya yang tewas dengan luka gorok di leher. Namun, dia juga belum tahu apa masalahnya. Dia hanya menjelaskan aktivitas keseharian korban sebagai guru ngaji sekaligus tabib itu.

Menurut dia, dulu santrinya cukup banyak. Tapi sekarang tersisa sekitar sepuluh orang. Pihaknya berharap penegak hukum bisa segera menangkap pelakunya. ”Berharap cepat terungkap, tentunya dengan bukti yang kuat dan akurat,” harapnya.

(mr/rus/han/bas/JPR)