“Izinkan aku membuktikan…Inilah kesungguhan rasa…Izinkan aku menyayangimu
Sayangku ooh…Dengarkanlah isi hatiku…Cintaku ooh…Dengarkanlah isi hatiku…”

————-

Lirik penggalan lagu milik Virgiawan Listanto itu dengan syahdu dibawakan Fajar Sucahyo, 45. Dia mampu membius penonton yang hadir di sebuah tempat keramaian di Kota Pasuruan. Penonton terkesima. Sebab, lagu berjudul Izinkan Aku Mencintaimu itu, serasa dibawakan oleh penyair aslinya.

Ya, itulah kelebihan Fajar Sucahyo. Lelaki asal Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan memang memiliki karakter suara sangat persis seperti Iwan Fals. Legenda hidup musisi Indonesia, yang terkenal dengan lagu kritikan sosialnya.

Setidaknya ada beberapa lagu yang dibawakan Fajar Sucahyo. Tentunya, semuanya sama yakni lagu-lagu milik Iwan Fals. Dan, penonton pun saling ikut bernyanyi.

Hal inilah yang membuat seniman jalanan tersebut, sering mendapat tanggapan. Entah itu pentas musik di kampung, maupun pemerintahan. Suara khasnya-lah yang membuat dia sering mendapat panggilan.

Seperti Jumat (8/12) sore itu. Pria berjas merah itu tampak serius memainkan gitar di tangannya. Dengan penuh penghayatan, ia melatunkan tembang-tembang lawas milik Iwan Fals. Sesekali, suara merdunya mampu mengajak penonton untuk bernyanyi bersama.

“Saya menyanyikan itu karena saya ngefans dengan Iwan Fals,” katanya saat ditemui di sela-sela acara.

Bang Yok,-panggilan akrabnya menceritakan perjalanan hidupnya sungguh berliku. Sejak kecil, ia sudah terbiasa hidup mandiri. Ayahnya meninggalkannya saat ia masih dalam kandungan. Hal ini lantas membuat ibunya sakit jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, ia menjadi buruh cuci atau sekedar membantu tetangga dengan menyapu atau mengepel. Memasuki bangku SMA pada 1988, ia diajari cara bermain gitar oleh teman sebangku. Karena itu, selepas pulang sekolah, ia kerap mengamen di kampung dan bus kota.

“Saya masih ingat saat itu lagu yang saya nyanyikan berjudul ‘Lamunan’ milik grup Andromeda. Saat itu, dalam sehari saya dapat Rp 2.000. Alhamdulillah, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Pada 2004 lalu, ia diminta oleh tetangganya untuk menjaga rumahnya selama satu bulan karena ia hendak menunaikan ibadah umrah. Gara-gara menjaga rumah tersebut, ia bertemu dengan Sri Kartika Sari yang kelak menjadi istrinya.

Namun, ujian hidup yang dialami oleh Bang Yok masih belum berhenti. Setelah satu tahun menjalin rumah tangga, ia bersama istrinya. pernah diusir karena hidup dalam ekonomi yang pas-pasan. Ia pun terpaksa pindah dari satu kos ke kos lainnya.

Dalam kesulitan hidup ini, Bang Yok bertemu dengan Cahaya Nusantara, sebuah rumah bagi pemusik milik Abah Noer pada 2013. Ia lantas diajak untuk manggung hingga ke Surabaya dan Kediri dengan membawakan lagu milik Iwan Fals.

“Ternyata respon dari pasar luar biasa. Banyak yang bilang saya memiliki suara seperti Iwan Fals. Ini memudahkan saya mencari rezeki. Ini tidak lepas dari didikan Abah Noer yang merubah cara berpakaian saya,” terang Bang Yok.

Putra pasangan Sulistyo dan Asmaningsih ini mengungkapkan, saat ada kontes pencarian bakat di televisi pada 2015 silam, ia mencoba peruntungannya. Ia pun tembus 20 besar Jawa Timur dan ikut audisi akhir di Jakarta. Namun sayangnya kiprahnya harus berakhir.

Sejumlah juri mengakui suaranya yang merdu seperti Iwan  Fals. Namun, ia dianggap tidak memiliki karakter sendiri. Akibatnya, tidak ada satupun juri yang memilihnya. Sepulangnya dari audisi ini, ia kembali manggung bersama Cahaya Nusantara sampai saat ini.

Ia mengaku pertama kali bertemu dengan Iwan Fals pada 2008 silam. Pertemuan ini rutin dilakukan minimal sekali dalam setahun. Sebab, ia masuk dalam keanggotaan orang Indonesia (OI) yang juga diikuti oleh Iwan Fals.

“Selepas kalah dari X-Factor, saya tetap menjadi seniman panggung bersama Cahaya Nusantara. Alhamdulillah, dari hasil manggung ini, keluarga saya tercukupi. Dalam sekali manggung, saya bisa dapat Rp 400 ribu,”ungkpanya.

Sementara itu, Muhammad Noer mengungkapkan ia bertemu dengan Bang Yok saat Bang Yok ngamen di dalam bus kota. Dari perkenalan singkat ini, ia lantas mengajaknya untuk bergabung dengannya. Sebab ia mengganggap Bang Yok memiliki karakter suara yang khas.

“Suaranya memang mirip Iwan Fals. Tapi, yang jelas, suaranya enak didengar dan penonton menyukainya. Inilah yang membuat saya mengajaknya ikut gabung dengan Cahaya Nusantara,” pungkasnya.

Source link