Wabup Timbul Terima Penghargaan dari Presiden – Radar Bromo

KRAKSAAN – Setelah mendapat PGRI Award 2017, Pemkab Probolinggo mendapatkan penghargaan Dwija Praja Nugraha. Penghargaan bidang pendidikan ini diberikan pada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap pembangunan pendidikan.

Penghargaan ini diberikan dalam Peringatan Hari Guru Nasional; HUT PGRI ke-72; dan Hari Aksara Internasional ke-53 di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Sabtu (2/12) lalu. Diterima oleh Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko yang mewakili Bupati Puput Tantriana Sari.

Menurutnya, penghargaan ini  tak lepas peran para guru di Kabupaten Probolinggo dan dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan. Apresiasi ini diberikan kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas, dan kesejahteraan guru dan PGRI di daerahnya.

Selain itu, diterimanya penghargaan ini juga tidak lepas dari kepekaan perasaan dan intuisi Bupati Tantri. Yakni, melalui kebijakan-kebijakannya untuk selalu mendukung langkah dan gerak para guru dan PGRI Kabupaten Probolinggo.

“Anugerah Dwija Praja Nugraha ini selain kado terindah, juga merupakan tantangan besar kedepan bagi guru selaku pendidik. Terima kasih atas pengabdiannya selama ini, mari kita terus bersama untuk berprestasi dalam mendidik generasi penerus bangsa,” ajak Timbul.

Menurutnya, tantangan terberat guru saat ini bukan hanya maraknya pengaruh negatif dari luar. Namun, juga dari tengah masyarakat. Khususnya, para wali murid yang kini cenderung sensitif dalam menilai tindak tanduk seorang guru.

Politisi PDIP itu mengatakan, tantangan guru semakin besar pada era modern saat ini. Dimana guru dihadapkan dengan perubahan teknologi, tren, dan perilaku masyarakat yang sangat pesat. Guru sebagai pendidik dituntut mampu menyesuaikan diri dan menciptakan format yang tepat dalam mengawal kegiatan belajar mengajar.

Timbul menjelaskan, ada perubahan yang sangat besar tentang pola pikir wali murid saat ini dibanding beberapa dekade yang lalu. Dimana, jika wali murid mengetahui anaknya dihukum oleh guru di sekolah, maka hal itu dianggap sangat wajar. “Dulu orang tua saya akan sangat berterima kasih kepada guru tersebut. Tidak cukup itu, bahkan akan menambah hukuman di rumah,” ujarnya.

Source link