Wajib Disimpan dalam Kemasan Asli – Radar Banyuwangi

BANYUWANGI – Minum obat merupakan satu dari sekian banyak cara untuk mengatasi gangguan yang kesehatan yang dialami oleh seseorang. Obat sendiri bisa didefinisikan sebagai bahan yang digunakan untuk diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, hingga menyembuhkan penyakit atau gejala pada seseorang.

Di balik manfaat dan khasiat yang dimiliki dalam obat itu sendiri, dibutuhkan pengetahuan dini terkait tata cara penyimpanan obat yang benar. Bisa jadi khasiat obat yang diharapkan luntur lantaran penyimpanan yang tidak sesuai kaidah yang disarankan. ”Obat harus disimpan dengan benar agar khasiatnya tidak hilang,” beber Ahmad Yunus Setiawan, perawat RSUD Blambangan.

Yunus menambahkan untuk menjaga khasiat obat tetap terjaga ada baiknya obat disimpan dalam kemasan asli. Tidak hanya itu, diwajibkan pula tutup obat senantiasa ditutup rapat usai digunakan. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko obat tercampur dengan bahan lain dari luar kandungan obat itu sendiri.

Untuk menjaga kondisi dan efek obat yang dimiliki. Obat sebaiknya disimpan dalam suhu kamar yakni kurang lebih 26 derajat Celsius. Penting juga saat disimpan usahakan obat tidak terpapar oleh sinar matahari langsung. ”Biasanya anjuran untuk penyimpanan obat sudah ada dalam kemasannya,” ujarnya.

Tujuan obat disimpan dalam suhu kamar ini mengandung maksud agar obat lebih awet. Karena penyimpanan yang terlalu lembap membuat obat berpotensi rusak . Untuk obat berbentuk cair, Yunus meminta agar obat tidak disimpan lemari pendingin. Saat beku obat tidak bisa digunakan.

Namun hal itu tidak berlaku bila pada obat tertulis etiket untuk dimasukkan dalam lemari es dalam penyimpanannya. Menghindari keracunan, jangan menyimpan obat yang telah kedaluwarsa atau rusak.  Penting juga jangkauan obat dari anak-anak. “Diskusikan manfaat obat dengan dokter sekaligus tata cara penyimpannya,” pungkasnya.

Source link