Warga Muktiharjo Lor, Hampir Sebulan Terendam Banjir – Radar Semarang

Untuk memenuhi kebutuhan, sebagian warga mengandalkan bantuan, lantaran banjir telah membuat aktivitas mereka terganggu. Salah seorang warga RW 4 yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa sejauh ini baru ada beberapa kali bantuan yang masih dirasa kurang. ”Beras sepiro kudu dibagi-bagi. Mumet sirahe (Beras sebanyak apapun harus dibagi merata. Kepala pusing),” keluhnya saat hendak menuju kantor Kelurahan Muktiharjo Lor mengambil bantuan.

Genangan air yang cukup lama, telah memicu munculnya lumut di sejumlah tempat. Beberapa warga juga mulai mengeluhkan gatal-gatal. Lebih parah, genangan air hampir merendam salah satu meteran listrik warga. Suryadi, 54, warga RT 3/4 terpaksa memutus saluran listrik untuk menghindari korsleting listrik di wilayah RT-nya.

MASUK ANGIN : Salah seorang pemilik kios PKL Sendang Indah Muktiharjo Lor yang masih membuka kiosnya, meski tergenang banjir. Bahkan banyak warga mulai terserang penyakit.
(SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Kemarin saya putus. Di dalamnya itu kulkas, mesin cuci sudah rusak semua. Itu kulkasnya tiduran dinaikkan kursi,” jelasnya sembari menunjukkan ruangan yang mulai pengap.

Dijelaskan olehnya, sedikitnya di RW tempat ia tinggal ada sekitar 32 rumah yang terendam banjir. Sejumlah warga yang tidak mampu meninggikan rumah hanya bisa membuat semacam panggung dari kayu untuk menghindari banjir.

Karmo Dwi Listono, Lurah Muktiharjo Lor mengatakan, banjir ini termasuk banjir yang luar biasa. Data awal, warga yang terendam banjir ada sekitar 426 KK. Jumlah tersebut belum termasuk rumah yang hanya terendam bagian terasnya saja. ”Kalau jalan yang di depan kantor kelurahan memang tidak pernah surut, sudah berbulan-bulan,” jelasnya.

Banjir kali ini, dijelaskan olehnya, memang hampir merata di sejumlah kelurahan di Kecamatan Genuk. Sementara ini, menunggu normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT), pihaknya hanya bisa menggerakkan warga untuk kerja bhakti bersama.

”Warga juga ada yang protes dengan adanya penanaman pipa gas. Meskipun memang bukan satu-satunya penyebab banjir, tapi dirasa penanaman pipa itu juga berpengaruh,” dia menceritakan.

Selain menggerakkan warga untuk kerja bhakti, dirinya juga mengupayakan sembako bagi warga yang tidak memiliki stok.”Kami data, dan terus kami carikan bantuan. Kasihan mereka yang tidak memiliki stok,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Pedurungan Kukuh Sudarmanto bersama Lurah Muktiharjo Kidul, Budi Susiawan, Sabtu pagi (17/2/2018) berkeliling menyambangi warga korban banjir. Pihaknya membawa sejumlah bantuan yang diserahkan ke sejumlah dapur umum yang telah dibuka sejak kemarin. ”Kami bersama-sama turun untuk melihat kondisi, sembari membawakan sedikit bantuan mi instan,” jelas Kukuh.

Ditambahkan oleh Budi, menunggu program normalisasi BKT rampung, pemerintah mengupayakan peninggian rumah korban banjir, melalui skala prioritas. ”Tentu mereka yang paling dalam terendam banjir akan kami beri bantuan untuk meninggikan rumah,” jelasnya.

(sm/cr4/ida/JPR)