Warga Sumberasih Protes – Radar Bromo

SUMBERASIH – Ratusan pohon mangrove ditebang di pesisir Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Warga setempat pun memprotes penebangan itu, Jumat (17/11) lalu.

Warga protes, karena selama ini hutan mangrove itu menjadi lahan mereka mencari kerang dan ikan. Selain itu, warga menilai penebangan itu tidak adil.

Seperti yang disampaikan Saipah, 40, warga setempat. Menurutnya, pernah ada warga setempat yang menebang beberapa batang pohon mangrove, beberapa waktu lalu. Warga itu lantas dipenjara.

“Ini kan tidak adil. Kalau rakyat kecil yang menebang mangrobe, dimasukkan penjara. Tapi kalau orang besar, tidak ada hukumannya,” ujarnya.

Saipah menambahkan, penebangan mangrove itu juga berarti, merusak lahan warga mencari ikan dan kerang. Sebab, mangrove adalah tempat banyak hewan laut. Seperti kerang, kepiting, dan nener.

“Saya mau cari ikan dimana kalau mangrove ini ditebang. Di sini kan banyak ikannya. Kalau ditebang, saya tidak bisa mencari ikan,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Yasin, 46. Menurutnya, penebangan mangrove tersebut harus dihentikan. Sebab, dengan adanya mangrove, warga yang mayoritas nelayan bisa mendapat banyak tangkapan.     “Ini tidak boleh diteruskan. Kami meminta keadilan,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, penebangan mangrove dilakukan untuk memperluas lahan tambak di sana. Rencananya, perluasan akan dilakukan sampai 4 hektare.

Lahan tambak itu sendiri, sudah lama tidak digunakan. Nah, ada rencana untuk menggunakan lagi lahan tambak itu. Sehingga, oleh pemiliknya diperluas.

Wibowo, pelaksana perluasan lahan tambak itu menengarai, aksi warga dilakukan oleh pesaing bisnis pemilik tambak. Sebab, dalam aksi itu ada oknum yang juga memiliki usaha tambak.

“Izinnya sudah kami urus. Namun, belum turun. Mungkin dua atau tiga hari ini akan turun izinnya,”jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi saat dikonfirmasi mengatakan, penebangan itu sedang ditangani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat. Pihaknya pun telah menurunkan tim bersama pihak terkait yang dipimpin DLH.

“Kemarin (Kamis, Red.) kami telah turun bersama DLH dan kepolisian untuk menghentikan penebangan mangrove itu. Dan saat ini sudah ditangani oleh DLH,” ungkapnya.

Source link