Asmari, nelayan Dusun Dedawang, Desa Telukjatidaang, Tambak mengaku pertama kali menemukan tongkang tak bertuan ini saat dari melaut. Dia  lantas berinisiatif melaporkan temuannya kepada warga dan ketua nelayan setempat.

Tak berselang lama, Masidi, ketua nelayan setempat langsung melaporkan kemunculan kapal tongkang bermuatan batu bara itu kepada Polisi Airut Bawean dan pihak Syahbandar Bandar.

Selanjutnya masyarakat dibantu petugas dari Syahbandar dan Polisi Airut Bawean mencoba melakukan evakuasi dengan cara menggiring kapal tongkang tersebut ke kawasan yang lebih dangkal. Upaya itu dilakukan supaya kapal tersebut bisa diberi jangkar dan pemberat lainnya. Ini dimaksudkan agar kapal tongkang tak bertuan itu tidak hanyut ke kaut lepas. “Kita melakukan evakuasi ke kawasan dangkal, supaya tidak hanyut,” terang Najmuddin salah seorang nelayan.(bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)