Warga Tolak Pelebaran Sungai Kamoning – Radar Madura

Salah satu warga yang menolak yaitu H Hasan, 60, warga Kelurahan Polagan. Pengukuran ulang dilakukan tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pusat. Pihaknya meminta supaya pihak terkait tidak semena-mena melakukan pelebaran sungai.

”Masyarakat jangan diadu domba. Alasan penolakan sangat mendasar, karena fasilitas yang ada pasti akan dirusak. Itu akan berdampak terhadap fasilitas yang dimiliki oleh warga,” katanya di lokasi.

Dia mengancam, jika tetap dilakukan pelebaran, pihaknya tidak segan-segan mengadu ke presiden dan Ombudsman. Karena di lokasi sudah ada pemancang sheet pile dan jalan inspeksi yang baru dibangun. ”Makanya, kami minta supaya pelebaran jangan dilakukan,” pintanya. ”Rakyat punya sertifikat. Kalau ada pelebaran akan bermasalah,” tandasnya.

Kepala Bapelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto menjelaskan, pihaknya bersama tim melakukan pengukuran ulang untuk mengetahui batas-batas saja. Langkah tersebut dilakukan supaya normalisasi Sungai Kamoning berjalan lancar. ”Kalau misalkan normalisasi, yakni lebar sungai dari hulu ke lihir tidak sama, tidak akan maksimal,” katanya.

Yang berwenang menangani masalah tersebut adalah pemerintah provinsi (pemprov). Pihaknya membantu supaya berjalan lancar. Fasilitas yang ada seperti sheet pile dan jalan inspeksi akan dibangun ulang setelah normalisasi selesai. ”Kami (pemerintah, Red) akan melindungi masyarakat juga. Kami tidak akan semena-mena. Ini demi Sampang ke depan,” tegasnya.

Tony menjelaskan, normalisasi akan dilakukan sepanjang 9 kilometer. Lebar sesuai aturan antara 25–35 meter. Karena itu, pihaknya akan merasionalkan sesuai kondisi di lapangan. ”Jalan inspeksi untuk akses alat berat. Saat ini sudah proses pengerjaan normalisasi,” tandasnya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)