Waspadai Macet di Pantura – Radar Bromo

NGULING – Pengguna jalan yang melintas di jalur pantura, kini harus lebih bersabar. Ini lantaran, ada perbaikan jembatan Nguling. Perbaikan infrastruktur yang biasa disebut jembatan Wedusan itu mempengaruhi arus lalu lintas. Setidaknya kemacetan adalah hal yang tak bisa dihindari.

Perbaikan jembatan itu dilakukan sejak Minggu (10/12). Jembatan di jalur nasional Surabaya-Banyuwangi ini dalam perbaikan penyambungan di bagian tengah yang belakangan memang mulai keropos.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo sejumlah pekerja tampak memperbaiki jembatan di sisi barat. Selama proses perbaikan, arus lalu lintas mengalami kemacetan, baik dari arah barat maupun timur. Sebab kendaraan yang melintas harus mengantri dengan sistem buka tutup.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo, Purnyoto mengatakan Balai Besar melakukan perbaikan pada sambungan jembatan. Pasalnya, ada lubang yang cukup besar diantara sambungan.

Ia menyebut lubang ini disebabkan karena kerap dilewati kendaraan muatan besar. Perbaikan dilakukan dengan melakukan pengaspalan ulang pada sambungan yang berlubang. Rencananya, perbaikan ini akan dilakukan pada sambungan yang berada di sisi barat dan timur.

“Yang kami perbaiki itu pada bagian sambungannya dengan jalan raya. Perbaikan akan dilakukan sampai besok (Senin). Jadi Selasa sudah bisa dilalui dengan nyaman. Anggarannya jadi satu dengan pembuatan oprit jembatan pesisir (Sumberasih, Redd) Rp 3,4 miliar,” ungkap pria asal Mojokerto ini.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Koemaruddin Arif mengungkapkan pihaknya sudah mendapatkan informasi adanya perbaikan jembatan Wedusan. Untuk menyiasatinya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pos Lantas Sedarum, Nguling.

“Sudah kami informasikan ke Pos Lantas Sedarum. Selama perbaikan ada petugas yang berjaga. Karena itu, kami berharap agar pengendara bersabar selama perbaikan berlangsung. Sehingga, hal-hal yang membahayakan bisa dihindari,”ungkap Koemaruddin.

Source link