Yang Tidak Punya Lapak Pasrah – Radar Jember

Seperti yang dialami Bu Saiful, salah seorang pedagang asal Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal. Pedagang tape tradisional itu mengaku tidak punya hak masuk pasar induk. Oleh karena itu, dia hanya bisa pasrah. “Saya pasrah saja, dan saya ingin tetap berdagang buat makan anak saya,” ungkapnya singkat.

Sementara Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, saat ini sedang mendata sebanyak 571 pedagang yang terdiri dari berbagai jenis pedagang. Mulai pakaian, daging, sampai pedagang bahan pokok makanan. Mereka akan ditempatkan di lantai bawah dengan kuota 256 unit dan lantai atas 315 unit kios. “Jadi, pedagang pasar lama yang ada dalam data kami yang memiliki hak,” papar Bambang Soekwanto, Kepala Diskoperindag Bondowoso.

Dia menjelaskan, pedagang pasar yang tidak terdaftar otomatis tidak memiliki hak. Tentunya mereka akan tereliminasi. “Mereka tidak terdaftar, yang kami prioritaskan adalah yang terdaftar,” tegas Bambang.

Dengan adanya rencana pemindahan itu, banyak masyarakat yang bergembira. Sebab, selama ini, jalan menjadi sangat sempit karena separuh jalan digunakan untuk pasar penampungan. Setiap hari timbul kepadatan kendaraan. Sebab, ada angkutan umum yang ngetem menggangu arus lalu lintas. “Ketika sudah dipindah, lapak akan dibongkar, ini akan memudahkan jalan karena luas tentunya,” ujar Yudi, warga Tapen yang seringkali melalui jalur tersebut.

Saat ini aspal jalan di dalam pasar yang dipenuhi pedagang, sudah rusak. Masyarakat menginginkan adanya pembenahan jalur. Artinya, harus ada pembenahan jalan. “Kalau pedagang sudah dipindah, jalan harus diperbaiki,” ujar Ahmadi, tukang parkir di pasar induk. 

(jr/her/hud/aro/das/JPR)

Source link