zetizen jurnalistik – Radar Solo

”Tingkat membaca koran anak-anak masih sangat lemah. Dengan kegiatan ini, kami berharap mereka dapat mengenal Koran sebagai sumber informasi tepercaya. Sehingga terhindar dari berita hoax,” ungkap Kepala SMAN 1 Wonosari, Suliman kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (12/2).

Suliman menambahkan, selama ini pihaknya sudah melaksanakan kegiatan literasi setiap hari. Pembiasaan yang rutin dilakukan, yakni membaca buku sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Suliman membebaskan jenis buku yang dibaca, baik fiksi, nonfiksi, maupun buku pelajaran.

”Kami beri waktu 5-10 menit sebelum pelajaran. Ditambah dengan pembinaan karakter oleh wali kelas masing-masing,” imbuhnya.

Dengan pelatihan jurnalistik ini, diharapkan para siswa mulai tertarik untuk belajar menulis. Sehingga budaya literasi di SMAN 1 Wonosari tidak hanya membaca saja. Namun lengkap dengan pengembangan kemampuan menulis.

”Kami sudah punya mading, tinggal digiatkan lagi agar anak-anak gemar menulis. Kami berharap setelah pelatihan ini mereka bisa menulis untuk buletin dan majalah sekolah. Syukur-syukur bisa menulis di media massa,” tandas Suliman.

(rs/aya/fer/JPR)