MOJOKERTO – Dirombaknya pembagian zonasi oleh dinas pendidikan (dispendik) membuat sekolah-sekolah favorit kembali menjadi jujukan utama pendaftar.

Seperti yang terpantau di SMPN 1 Mojosari, kemarin. Sebelum gerbang sekolah dibuka, sejumlah calon siswa dan orang tuanya telah rela menunggu di depan sekolah. Mereka membawa formulir pendaftaran yang telah diambil sejak beberapa hari sebelumnya.

Kepala SMPN 1 Mojosari, Didik Mujiantoro, mengungkapkan, jika dilihat dari antusiasme hari pertama Senin (2/7), jumlah pendaftar PPDB kali ini meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Didik, hal itu tak lepas dari diperluasnya zonasi menjadi empat wilayah kecamatan. ”Jumlahnya meningkat dua kali lipat dari tahun lalu,” ungkapnya.

Terlebih, pada PPDB tahun ajaran 2017-2018 sebelumnya, SMPN yang berada di Jalan Pemuda, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, ini mengalami kekurangan pagu. Sehingga harus dibukanya pendaftaran gelombang dua untuk mengisi bangku yang masih kosong.

”Hari ini (kemarin, Red) saja, pagu kami sudah  terpenuhi,” jelasnya. Meski demikian, pendaftaran akan tetap dibuka hingga ditutup pada Rabu (4/7) besok.

SMPN 1 Mojosari berada di zona 2 bersama dengan SMPN 2 Mojosari; SMPN 1 dan 2 Ngoro; SMPN Satu Atap Kunjorowesi; SMPN 1 dan 2 Pungging; serta SMPN 1 dan 2 Trawas. Delapan sekolah tersebut meliputi wilayah zona di Kecamatan Ngoro, Pungging, Mojosari, dan Trawas.

Dia merincikan, sejak dibukanya perngambilan formulir sejak Jumat (29/6) lalu, calon siswa yang sudah mengambil sebanyak 550 anak. Dari jumlah tersebut, 335 calon peserta didik telah mendaftar di hari pertama kemarin. Dengan demikian, jumlah pendaftar telah melampaui pagu yang dibuka di SMPN 1 Mojosari dengan 285 kursi.

Dari jatah kuota tersebut, terbagi menjadi  jalur umum yang paling sedikit menerima 75 persen siswa. Kemudian jalur prestasi dan luar zona masing-masing menerima maksimal 5 persen.

Serta jalur lingkungan dan inklusi maksimal 15 persen. Sebagaimana diketahui, tahun ini dispendik telah membagi 18 wilayah kecamatan menjadi empat zonasi. Di wilayah zona lainnya, sekolah favorit juga diserbu pendaftar.

Seperti di SMPN 1 Sooko yang masuk zona 4, mencakup Kecamatan Bangsal, Mojoanyar, Puri, Sooko, dan Trowulan. Jumlah formulir yang sudah diambil calon siswa sudah 580 lembar.

Dari 320 kursi pagu yang dibuka, 220 kursi telah terisi di hari pertama kemarin. Begitu juga di SMPN 1 Dlanggu yang masuk zona 3, meliputi Kecamatan Dlanggu, Kutorejo, Gondang, Pacet, dan Jatirejo. Sebanyak 400 lebih formulir telah di tangan calon siswa. Sedangkan pagu yang dibuka di SMPN 1 Dlanggu 320 kursi.

”Karena waktu pendaftarannya dibatasi hingga pukul 12.00, pendaftar hari ini (kemarin, Red) ada 155 siswa. Sisanya akan dilanjutkan lagi besok (hari ini, Red),” imbuh Anari, Kepala SMPN 1 Dlanggu.

Pertimbangan penerimaan siswa sama seperti tahun lalu, mengacu berdasarkan nilai komulatif (nikom). Terdiri dari gabungan nilai rata-rata nilai rapor semester ganjil di kelas IV, V, dan VI dengan pembobotan sebanyak 50 persen.

Terdiri dari mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, dan  IPA. Sedangkan 50 persen sisanya diambil dari nilai ujian sekolah (NUS). Pengumuman penerimaan akan dilakukan pada 9 Juli.

Setelah resmi diumumkan, siswa tak bisa lagi melakukan pencabutan berkas. Apabila sekolah ada yang kurang pagu, diberi kesempatan untuk membuka kembali PPDB gelombang dua pada 10 Juli nanti. 

(mj/ram/ris/JPR)

Source link